Keuangan.id – 01 Mei 2026 | Bursa saham Asia mengalami penurunan pada sesi pagi setelah harga minyak mentah melonjak tajam. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasokan dan sinyal kebijakan moneter yang hati-hati dari Federal Reserve Amerika Serikat.
Indeks utama, termasuk Nikkei 225, Hang Seng, dan Shanghai Composite, mencatat penurunan masing-masing antara 0,4% hingga 0,8%. Sektor teknologi menunjukkan pergerakan campuran; saham-saham chip mengalami penurunan, sementara perusahaan perangkat lunak tetap stabil.
- Harga Brent naik lebih dari 2% ke level tertinggi mingguan.
- Harga WTI naik sekitar 1,9%.
- Fed mengindikasikan akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang berhati-hati.
Kenaikan harga minyak, yang disebut Minyak Ngebut, menambah tekanan pada biaya produksi perusahaan, khususnya di sektor energi dan transportasi, sehingga investor menyesuaikan portofolio mereka ke arah aset yang lebih defensif.
Para analis memperkirakan volatilitas pasar akan tetap tinggi menjelang rilis data inflasi dan keputusan kebijakan moneter selanjutnya.
