Keuangan.id – 01 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa Indonesia kini berada pada posisi kedua secara global dalam hal ketahanan energi. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada hari Selasa, menyusul hasil penilaian independen yang menilai kemampuan negara dalam mengamankan pasokan energi jangka panjang.
Parameter Penilaian
Penilaian tersebut menimbang beberapa aspek utama, antara lain diversifikasi sumber energi, cadangan minyak dan gas bumi, kapasitas pembangkit listrik terbarukan, serta kebijakan strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor.
| Peringkat | Negara |
|---|---|
| 1 | Amerika Serikat |
| 2 | Indonesia |
| 3 | China |
Langkah Strategis Pemerintah
Untuk mencapai posisi tersebut, pemerintah telah meluncurkan serangkaian program, termasuk percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, peningkatan eksplorasi gas bumi lepas pantai, serta pemberian insentif bagi investasi energi bersih. Selain itu, kebijakan penetapan harga energi yang lebih stabil diharapkan dapat menarik lebih banyak investor domestik dan asing.
Para analis menilai bahwa pencapaian ini tidak hanya meningkatkan keamanan energi nasional, tetapi juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi perdagangan energi internasional. Namun, tantangan tetap ada, seperti kebutuhan akan infrastruktur penyimpanan energi yang memadai dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat ketahanan energi melalui kolaborasi lintas sektoral, riset inovatif, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi.
