Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Beberapa hari terakhir beredar beragam informasi di media sosial yang menyebut Menteri Keuangan (Menkeu) Yudhi Sadewa Purbaya sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang menurun. Spekulasi itu memicu kekhawatiran publik, terutama setelah Menkeu Purbaya sebelumnya mengaku mengalami nyeri pinggang yang cukup mengganggu aktivitasnya pada akhir April 2026.
Namun, pada Sabtu, 3 Mei 2026, Menkeu Purbaya muncul secara publik bersama anggota keluarganya di sebuah pusat perbelanjaan (mall) di Jakarta. Ia tampak santai, berjalan sambil bercakap ringan dengan istri dan anak-anaknya, serta sesekali berhenti menikmati fasilitas makanan dan minuman. Penampakan ini menjadi bukti visual bahwa ia berada dalam kondisi yang cukup baik untuk beraktivitas di luar ruangan.
Penolakan resmi dari Wamenkeu dan Kemenkeu
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menanggapi rumor tersebut dalam sebuah konferensi pers singkat di kantor Kementerian Keuangan. “Wah, enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda setelah menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta. Ia menegaskan bahwa tidak ada konfirmasi resmi mengenai perawatan rumah sakit Menkeu Purbaya, dan bahwa agenda konferensi pers APBN KiTa tetap dijadwalkan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, juga mengonfirmasi bahwa “sampai saat ini Pak Menteri dalam keadaan sehat”. Pernyataan ini dikeluarkan bersamaan dengan laporan video yang memperlihatkan Menkeu Purbaya sedang berenang di kolam renang pribadi.
Video Renang yang Memicu Polemik
Pada Minggu, 3 Mei 2026, akun TikTok pribadi Menkeu Purbaya @purbayayudhis mengunggah rekaman dirinya berenang gaya bebas. Dalam video tersebut, ia mengenakan kacamata renang dan swim cap, meluncur dari satu ujung kolam ke ujung lainnya sebanyak dua kali. Anak sulungnya, Yuda Purboyo Sunu, yang juga muncul dalam video, sempat meminta ayahnya menghentikan aktivitas tersebut. “Udah,” sahut Menkeu Purbaya, “Entar, sekali lagi,” menegaskan niatnya untuk tetap berolahraga meski ada isu kesehatan.
Video renang tersebut mendapat sorotan media karena bertepatan dengan desas-desus bahwa Menkeu Purbaya berada di ICU sebuah rumah sakit di Jakarta. Namun, Kemenkeu menolak keras tuduhan tersebut, menyatakan bahwa rumor itu tidak memiliki dasar faktual.
Latar Belakang Keluhan Kesehatan
Keluhan pertama Menkeu Purbaya mengenai kesehatan muncul pada Jumat, 24 April 2026, saat ia mengadakan taklimat media. Ia mengaku mengalami nyeri pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik untuk tetap dapat melaksanakan tugas. Pada acara itu, ia terlihat kesulitan berdiri dari kursi dan harus berpegangan pada seorang rekan. Meski demikian, ia tetap menyelesaikan taklimat dan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja.
Kondisi tersebut memicu spekulasi lebih lanjut di media sosial, termasuk grup WhatsApp para wartawan yang membicarakan penurunan kondisi kesehatan Menkeu Purbaya. Namun, sejak saat itu, tidak ada laporan resmi mengenai perawatan rumah sakit atau perawatan intensif.
Reaksi Publik dan Media
Kabar tentang Menkeu Purbaya dirawat di rumah sakit menjadi viral di platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok. Beberapa netizen mengirimkan doa, sementara yang lain mengkritik penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Media mainstream, termasuk Antara, Suara.com, dan JawaPos.com, berulang kali menegaskan bahwa tidak ada bukti konklusif mengenai perawatan rumah sakit Menteri Keuangan tersebut.
Selain menegaskan kesehatan, Menkeu Purbaya juga menanggapi isu pajak pertambahan nilai (PPN) jalan tol, menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui wacana penerapan pajak tersebut, menambah fokusnya pada penanganan ekonomi nasional menjelang peluncuran data pertumbuhan ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Mei 2026.
Kesimpulannya, meskipun rumor tentang kondisi kesehatan Menkeu Purbaya terus beredar, bukti visual dari penampakan di mall bersama keluarga serta video renang yang dipublikasikan menunjukkan bahwa ia berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk melakukan aktivitas publik. Pernyataan resmi dari Wamenkeu Juda Agung dan Kementerian Keuangan memperkuat narasi bahwa tidak ada perawatan rumah sakit yang sedang berlangsung. Publik diharapkan untuk tetap menunggu konfirmasi resmi sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
