Keuangan.id – 28 April 2026 | Serial drama remaja paling dibicarakan tahun ini, Euphoria, kembali mengguncang penonton pada musim ketiganya. Dari plot yang terkesan melenceng, adegan pernikahan yang menyerupai film horor, hingga penampilan fashion yang memicu perbincangan, semua menjadi sorotan utama.
Plot yang Dinilai Hilang Arah
Berbagai kritikus menyatakan bahwa Euphoria Season 3 tampak kehilangan benang merah cerita. Karakter utama yang sebelumnya memiliki perjalanan emosional yang kompleks kini terasa dipaksa menuju konflik yang berlebihan. Beberapa penonton bahkan menganggap alur musim ini lebih mirip rangkaian adegan sensasional ketimbang perkembangan naratif yang konsisten.
Pernikahan Nate dan Cassie: Mimpi Buruk di Layar
Episode ketiga memperkenalkan pernikahan Nate Jacobs (Jacob Elordi) dan Cassie Howard (Sydney Sweeney) yang berujung pada kekacauan total. Upacara megah dihiasi rangkaian bunga yang melimpah, namun di balik kemewahan itu muncul ancaman gaya mafia, minuman beralkohol yang memicu pertengkaran, serta aksi brutal ketika investor gelap Naz (Jack Topalian) menurunkan gengnya ke dalam rumah mewah pasangan tersebut.
Bagian paling mengingatkan penonton pada adegan ikonik Game of Thrones “Red Wedding” adalah ketika kekerasan tiba‑tiba melanda, menambah unsur thriller yang belum pernah terlihat dalam serial ini. Penonton menyebutnya “Euphoria Red Wedding” karena tingkat kebrutalan yang serupa.
Penampilan Fashion yang Menghebohkan
Sebagai tambahan, penampilan Sydney Sweeney dalam mini skirt berdesain Pucci menjadi viral di media sosial. Model mini skirt tersebut menampilkan potongan berani dan warna mencolok yang dipadu dengan gaya rambut edgy, sehingga memicu tren fashion di kalangan remaja dan influencer. Beberapa pengamat fashion menilai bahwa pilihan kostum ini bukan sekadar estetika, melainkan mencerminkan konflik internal karakter Cassie yang berjuang antara kebebasan dan tekanan sosial.
- Mini skirt Pucci berwarna neon
- Sepatu platform hitam bergaya 90‑an
- Aksesori perhiasan minimalis namun mencolok
Gaya tersebut kemudian diadaptasi dalam koleksi streetwear lokal, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh visual serial televisi terhadap tren konsumen.
Skor Musik Hans Zimmer Mendapat Sorotan
Musik latar dalam musim ini disusun oleh komposer legendaris Hans Zimmer. Fans tak henti‑hentinya memuji kombinasi synth gelap dan orkestra yang menambah intensitas drama. Beberapa cuplikan melodi bahkan menjadi viral di platform video pendek, menandakan bahwa skor musik menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton.
Reaksi Penonton dan Kesimpulan
Meskipun terdapat kritik tajam terhadap alur cerita, Euphoria Season 3 tetap berhasil menciptakan percakapan luas. Dari adegan pernikahan yang menyeramkan hingga fashion yang memicu tren, serial ini membuktikan bahwa ia mampu memadukan unsur hiburan dengan komentar sosial. Para penggemar menantikan bagaimana musim selanjutnya akan memperbaiki kesalahan naratif sekaligus mempertahankan elemen visual yang telah menjadi ciri khasnya.
