Berita  

Mengenal Pangkopassus Djon Afriandi: Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa 1995 yang Kini Pimpin Pasukan Elite TNI

Mengenal Pangkopassus Djon Afriandi: Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa 1995 yang Kini Pimpin Pasukan Elite TNI
Mengenal Pangkopassus Djon Afriandi: Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa 1995 yang Kini Pimpin Pasukan Elite TNI

Keuangan.id – 23 April 2026 | Letjen TNI Djon Afriandi resmi menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) pada upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer (Gepaopshormil) yang diselenggarakan di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 2025. Penunjukan ini menandai puncak karier seorang perwira yang sejak masa akademi militer telah menorehkan prestasi gemilang, termasuk penghargaan Adhi Makayasa pada tahun 1995.

Jejak Karier dan Prestasi Awal

Djon Afriandi menapaki jenjang militer setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) 1995 dengan predikat Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik. Prestasi tersebut menjadi landasan kuat bagi pengembangan kemampuan taktis dan strategisnya. Selama masa perwira muda, ia ditempatkan di sejumlah satuan elite Kopassus, di mana ia mengasah keahlian dalam operasi khusus, kontra‑terorisme, dan intelijen militer.

Peningkatan Pangkat dan Penugasan Penting

Karier Djon Afriandi terus melaju. Pada periode sebelum menjadi Pangkopassus, ia menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) dengan pangkat Mayjen TNI. Penunjukan tersebut menempatkannya pada posisi strategis mengelola operasi operasional tingkat tinggi dan melatih pasukan elit.

  • 1995 – Lulus Akmil dengan Adhi Makayasa.
  • 2005‑2010 – Penugasan di Detasemen 81 Kopassus, terlibat dalam operasi lintas batas.
  • 2015 – Naik menjadi Kolonel, memimpin Batalyon 5 Kopassus.
  • 2020 – Diangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) dan menjabat sebagai Danjen Kopassus.
  • 2025 – Dilantik sebagai Pangkopassus dengan pangkat Letjen TNI.

Peran Baru Sebagai Pangkopassus

Sebagai Pangkopassus, Djon Afriandi tidak hanya memimpin struktur organisasi, tetapi juga mengawasi transformasi taktis pasukan. Pada masa jabatan barunya, ia menekankan peningkatan kemampuan siber, integrasi intelijen multinasional, serta penguatan kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi ancaman hybrid warfare. Selain itu, ia berkoordinasi erat dengan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi dan Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkopasgat) Marsda TNI Deny Muis dalam rangka memperkuat sinergi antar‑korps elite TNI.

Kontroversi dan Klarifikasi

Pertengahan 2026, media sosial ramai memperbincangkan rumor bahwa Letjen TNI Djon Afriandi melakukan tindakan fisik terhadap Sekretaris Kabag (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. Isu tersebut sempat mengemuka dalam sebuah video yang diposting tanpa konteks jelas. Penkopassus secara resmi membantah tuduhan itu, menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat dan bahwa narasi tersebut hanyalah spekulasi. Pernyataan resmi menegaskan komitmen etika dan profesionalisme yang dijunjung tinggi oleh kepemimpinan Kopassus.

Visi Strategis Kedepan

Dalam pidato pelantikan, Djon Afriandi menekankan tiga pilar utama: modernisasi peralatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penegakan nilai moral dalam setiap operasi. Ia menargetkan agar Kopassus pada tahun 2030 memiliki unit khusus yang terlatih dalam operasi ruang angkasa dan perang informasi, seiring dengan dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Secara keseluruhan, perjalanan Letjen TNI Djon Afriandi mencerminkan dedikasi seorang perwira yang tumbuh dari prestasi akademik hingga memegang pucuk pimpinan pasukan elite negara. Meskipun menghadapi tantangan reputasi, ia tetap konsisten menegaskan integritas dan fokus pada peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *