Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Beberapa bank dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 mencatatkan kinerja yang beragam pada tiga bulan pertama tahun ini.
KBMI 1 adalah kelompok bank yang memiliki modal inti terbesar, dengan beberapa bank besar seperti Bank Mandiri, Bank BCA, dan Bank BRI.
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 14,4 triliun, meningkat 10,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Bank BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,3 triliun, meningkat 12,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Analisis juga menunjukkan bahwa beberapa bank KBMI 1 yang mencatatkan kinerja yang buruk pada kuartal I-2026 adalah Bank BCA dan Bank CIMB Niaga.
Bank BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun, mengalami penurunan 5,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Bank CIMB Niaga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,1 triliun, mengalami penurunan 8,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Alasan utama kinerja yang beragam pada bank KBMI 1 ini adalah perbedaan strategi bisnis dan kondisi ekonomi.
Beberapa bank KBMI 1 yang memiliki strategi bisnis yang kuat dan kondisi ekonomi yang stabil dapat mencatatkan kinerja yang baik.
Sementara itu, beberapa bank KBMI 1 yang memiliki strategi bisnis yang lemah dan kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat mencatatkan kinerja yang buruk.
Analisis ini menunjukkan bahwa kinerja bank KBMI 1 dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk strategi bisnis, kondisi ekonomi, dan peraturan perbankan.
Oleh karena itu, penting bagi bank KBMI 1 untuk memantau dan memperbaiki strategi bisnis dan kondisi ekonomi mereka untuk meningkatkan kinerja.











