Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Jakarta, IDN Times – Wakil Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengecam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Megawati menyebutkan bahwa kasus ini sangat lucu dan membuatnya pusing.
Penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2025). Penyerangan itu membuat luka bakar di bagian dada, wajah, hingga lengan Andrie. Pelaku penyiraman air keras adalah empat anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS TNI).
Menurut Megawati, kasus ini menunjukkan bahwa TNI tidak dapat menjaga keamanan di dalam negeri. Ia juga mengecam bahwa TNI tidak dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri. “Kok lucu? Pusing saya,” kata Megawati saat memberikan tanggapan di sela-sela Sidang Umum MPR RI.
Selain itu, Megawati juga mengecam bahwa kasus ini menunjukkan bahwa TNI tidak dapat menjaga keamanan di dalam negeri. Ia juga mengecam bahwa TNI tidak dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri.
Penyerangan terhadap Andrie Yunus juga menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah TNI benar-benar dapat menjaga keamanan di dalam negeri? Apakah TNI dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini masih belum jelas.
Selain itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa TNI tidak dapat menjaga keamanan di dalam negeri. Ia juga mengecam bahwa TNI tidak dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri.
Menurut laporan dari IDN Times, empat anggota TNI yang terlibat dalam kasus ini adalah Edi, Lettu Marinir Budhi Hariyanto, dan dua anggota lainnya. Mereka dituduh melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2025).
Selain itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa TNI tidak dapat menjaga keamanan di dalam negeri. Ia juga mengecam bahwa TNI tidak dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri.
Menurut sumber, keempat anggota TNI yang terlibat dalam kasus ini akan diadili di pengadilan militer. Mereka dituduh melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2025).
Menurut laporan dari detikNews, video interupsi rapat RUU TNI oleh Andrie Yunus digunakan sebagai bukti dalam kasus ini. Penasihat hukum terdakwa, Kolonel Chk Sri Widyastuti, memutar video tersebut di sidang pengadilan militer.
Menurut sumber, keempat anggota TNI yang terlibat dalam kasus ini akan diadili di pengadilan militer. Mereka dituduh melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2025).
Menurut laporan dari detikNews, video interupsi rapat RUU TNI oleh Andrie Yunus digunakan sebagai bukti dalam kasus ini. Penasihat hukum terdakwa, Kolonel Chk Sri Widyastuti, memutar video tersebut di sidang pengadilan militer.
Penyerangan terhadap Andrie Yunus juga menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah TNI benar-benar dapat menjaga keamanan di dalam negeri? Apakah TNI dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini masih belum jelas.
Selain itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa TNI tidak dapat menjaga keamanan di dalam negeri. Ia juga mengecam bahwa TNI tidak dapat menjaga kehormatan diri mereka sendiri.











