Keuangan.id – 18 April 2026 | JAKARTA, 17 April 2026 – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kembali menjadi sorotan publik setelah melaporkan capaian ambisius TNI AD kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Dalam pertemuan terbatas yang dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta jajaran tinggi militer, Maruli menegaskan bahwa dalam tiga bulan terakhir TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis di seluruh Indonesia.
Pembangunan Jembatan Perintis: 300 Unit dalam 90 Hari
Program percepatan pembangunan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah sejak awal 2026, mengingat kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 300.000 unit. Di bawah komando Maruli, Satgas Jembatan yang dipimpinnya mengoordinasikan tenaga teknik militer dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, 300 jembatan gantung yang tersebar di provinsi Sumatra, Kalimantan, dan Papua selesai dibangun, membuka akses transportasi bagi ribuan warga di daerah terpencil. Setiap jembatan dirancang sebagai struktur perintis, memudahkan pengembangan infrastruktur lanjutan di masa depan.
Renovasi Sekolah dan Penyediaan Air Bersih
Tak hanya berfokus pada infrastruktur transportasi, TNI AD juga melaksanakan program pemulihan pascabencana yang mencakup renovasi 300 sekolah di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana alam. Bersamaan dengan renovasi, 300 sumur bor air bersih dipasang di fasilitas pendidikan tersebut, memastikan akses air yang aman bagi siswa. Upaya ini dilakukan secara sinergis dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menegaskan komitmen militer dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Keberhasilan
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor. “TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat‑cepatnya menyelesaikan segala bentuk fasilitas umum di desa‑desa hingga daerah terpencil,” ujar Teddy. Sinergi ini melibatkan perencanaan teknis, penyediaan material, serta mobilisasi tenaga kerja yang terintegrasi antara sipil dan militer.
Penguatan Kemampuan Siber Prajurit
Pada hari yang sama, Maruli Simanjuntak juga meninjau babak final Waskita Manunggal Siber (WMS) Tournament 2026 di Pusat Siber TNI AD (Pussiberad). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguasaan ruang siber sebagai bagian tak terpisahkan dari kesiapan perang modern. “Jika kita baru belajar siber saat menghadapi penugasan, maka itu sudah terlambat,” tegasnya. Turnamen yang melibatkan 18 tim TNI AD Plus dan 244 tim umum ini menjadi ajang seleksi talenta siber yang diharapkan dapat memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Pengembangan Kepemimpinan Prajurit: Program Danyon‑Danki
Selain infrastruktur dan siber, Maruli juga mengarahkan perhatian pada pengembangan kepemimpinan prajurit. Dalam pidatonya di markas besar AD, ia mengajak 100 perwira yang akan mengikuti pendidikan Danyon‑Danki di Pakistan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut seoptimal mungkin. Menurutnya, wawasan militer yang luas dan kemampuan inovatif akan menjadi modal utama bagi calon komandan dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan. “Jadilah prajurit yang unggul, sehingga mampu membawa satuan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, laporan Maruli Simanjuntak menggambarkan transformasi peran TNI AD dari sekadar kekuatan pertahanan menjadi agen pembangunan nasional yang multikemampuan. Dari 300 jembatan yang menghubungkan pulau‑pulau, renovasi sekolah yang meningkatkan kualitas pendidikan, hingga inisiatif siber dan program kepemimpinan, semua menunjukkan strategi komprehensif pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi institusi lain dalam mengintegrasikan fungsi militer dengan pembangunan sosial‑ekonomi, sekaligus menegaskan bahwa keamanan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga digital dan manusiawi.











