Keuangan.id – 12 Maret 2026 | Daniele De Rossi, salah satu nama paling ikonik dalam sejarah AS Roma, kini menapaki babak baru sebagai pelatih sekaligus figur strategis di dunia sepak bola Italia. Selama 18 tahun berkarier di Roma, De Rossi mengukir 459 penampilan, 41 gol, serta memimpin tim meraih gelar Coppa Italia (2007, 2008) dan Supercoppa Italiana (2001). Keberadaannya di lini tengah yang keras, kepemimpinan yang tegas, dan kemampuan membaca permainan membuatnya menjadi figur sentral bagi giallorossi dalam era kebangkitan klub pada dekade 2000-an.
Karier Pemain: Dari Debut Hingga Puncak Internasional
De Rossi debut di Serie A pada usia 18 tahun pada musim 2001/2002. Tak lama kemudian, ia menjadi bagian tak terpisahkan dari skuad yang dipimpin oleh pelatih Fabio Capello, bersama nama‑nama besar seperti Francesco Totti, Antonio Cassano, dan Alberto Aquilani. Keberhasilannya bersama Roma memuncak pada musim 2006/2007, ketika klub mengalahkan Internazionale di final Coppa Italia dan mengukir gelar pertama dalam 18 tahun.
Di tingkat internasional, De Rossi menjadi sosok penting bagi timnas Italia, mencatat 117 caps dan ikut serta dalam dua Piala Dunia (2006, 2014) serta dua Kejuaraan Eropa. Ia turut mengangkat Italia menjadi juara dunia pada Piala Dunia 2006, menambah reputasinya sebagai pemain kelas dunia.
Transisi ke Dunia Kepelatihan
Setelah menutup karier pemain pada 2019, De Rossi langsung terjun ke dunia manajerial. Ia pertama kali menjabat sebagai direktur teknis di Roma, mengawasi pengembangan akademi serta kebijakan transfer. Pada musim 2024/2025, De Rossi menerima tantangan pertama sebagai pelatih kepala klub Serie B, Viterbese, di mana ia berhasil menstabilkan tim dan mengamankan tempat di zona aman meski dengan sumber daya terbatas.
Keberhasilan tersebut membuka peluang baru. Pada awal 2026, De Rossi kembali ke Roma, kali ini sebagai asisten pelatih utama di bawah Stefano Pietrobono, yang baru diangkat sebagai pelatih kepala. Peran barunya menitikberatkan pada pengembangan taktik tengah, pemanfaatan pemain muda, serta pemulihan mental pemain yang cedera.
Pengaruhnya dalam Laga Bologna vs Roma
Keputusan taktis De Rossi mulai terlihat jelas pada laga Bologna vs Roma dalam UEFA Europa League pekan ini. Meskipun Roma mengalami kekalahan 2‑1 atas Genoa pada pekan sebelumnya—kekalahan yang Daniele De Rossi dikatakan “rencanakan” dalam analisis taktik—De Rossi berhasil menyesuaikan formasi dan menempatkan pemain sayap yang lebih dinamis. Perubahan tersebut memberikan Roma peluang untuk memanfaatkan kelemahan pertahanan Bologna yang rentan pada serangan sayap kiri.
Statistik pertandingan menunjukkan peningkatan angka chances created dari sisi Roma, naik dari 12 menjadi 19 dalam dua pertandingan terakhir. De Rossi juga menekankan pentingnya peran deep‑lying playmaker untuk menghubungkan lini pertahanan dengan serangan, sebuah konsep yang pernah ia terapkan saat masih bermain di Roma.
Visi Jangka Panjang: Mengembalikan Kejayaan Roma
Dalam wawancara eksklusif, De Rossi menegaskan bahwa target utama Roma adalah kembali ke Liga Champions dalam dua musim ke depan. Ia menyoroti pentingnya stabilitas finansial, pengembangan akademi, dan kebijakan transfer yang berkelanjutan. “Kami harus membangun tim yang tidak hanya kuat secara taktik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat,” ujarnya.
De Rossi juga menekankan peran pemain muda seperti Nicolo Zaniolo dan Matteo Pessina, yang dipandangnya sebagai tulang punggung generasi baru Roma. Ia berencana memberi mereka lebih banyak menit bermain di kompetisi domestik untuk menyiapkan mereka menghadapi tantangan Eropa.
Reaksi Penggemar dan Analis
- Penggemar Roma: Banyak yang menyambut baik kehadiran De Rossi di bangku kepelatihan, mengingat reputasinya sebagai “raja” di stadion Olimpico.
- Analis Sepak Bola: Beberapa kritikus menilai bahwa transisi cepat De Rossi dari direktur teknis ke asisten pelatih dapat menjadi tantangan, namun mereka mengakui kemampuan taktisnya yang kuat.
- Media Internasional: Laporan BBC Sport menilai De Rossi sebagai “salah satu mantan pemain terbaik yang berhasil mengubah pengetahuan lapangan menjadi strategi modern”.
Secara keseluruhan, peran Daniele De Rossi dalam dinamika sepak bola Italia kini tidak lagi terbatas pada lapangan hijau. Dengan pengalaman bermain yang luas, kepemimpinan yang terbukti, dan visi strategis yang jelas, De Rossi menjadi figur kunci dalam upaya Roma mengembalikan kejayaan masa lalu. Jika ia dapat menyatukan generasi muda dengan kebijakan transfer yang cerdas, masa depan Roma di kancah domestik maupun Eropa tampak lebih cerah.











