Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Malam 4 Mei 2026 menjadi saksi gemuruh mesin dan sorak penonton di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ajang bergengsi GT World Challenge Asia 2026 kembali menorehkan sejarah dengan menampilkan persaingan ketat, dukungan infrastruktur listrik prima, serta penampilan mengesankan pembalap muda Indonesia, Sean Gelael.
Sejak pembukaan sesi kualifikasi, atmosfer dipenuhi antusiasme tinggi. Tim-tim asal Audi dan Porsche memimpin klasemen sementara, menandakan kualitas kompetisi yang setara dengan seri dunia lainnya. Pada hari pertama balapan, pasangan Tiongkok Congfu Cheng dan Kuai Yufaw dari Audi Sport Team Phantom mencatatkan waktu 1 jam 47,263 detik, menempati posisi teratas. Di samping itu, duo Indonesia‑Selandia Baru, Andreas Pato dan Jaxon Evans, menutup garis finish hanya 5,463 detik di belakang pemenang, menunjukkan performa yang kompetitif.
Dominasi Audi, Porsche, dan Penampilan Gelael
Hari kedua, Sabtu 2 Mei, menyuguhkan pertarungan seru antara dua tim Audi yang menguasai podium pertama dan kedua. Namun, sorotan utama jatuh pada Sean Gelael yang berhasil meraih pole position dengan catatan waktu impresif 1:28.026, sekaligus mencatat salah satu lap tercepat di lintasan Mandalika. Gelael, yang bertanding di kelas Silver bersama tim Garage 75, memanfaatkan strategi pit stop yang terukur untuk menjaga keunggulan awal.
Insiden yang melibatkan Hiroaki Nagai dan Brian Lee memicu Full Course Yellow dan Safety Car, menurunkan jarak antar pembalap. Setelah pit stop, Gelael kembali ke posisi keenam, namun dengan semangat juang tinggi ia berhasil melakukan comeback hingga finis di posisi ketiga secara keseluruhan dan posisi kedua di kelas Silver. Prestasi ini menjadi debut gemilang bagi sang pembalap, sekaligus menambah kebanggaan bagi Indonesia.
Pada hari ketiga, Porsche kembali menguasai podium dengan Phantom Global Racing dan Absolute Racing menempati dua tempat teratas. Gelael, sayangnya, harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terlibat tabrakan pada lap kedua, menggarisbawahi risiko tinggi dalam kompetisi ini.
Peran Vital PLN dalam Menjamin Kelancaran Event
Di balik kesuksesan teknis dan kompetitif, dukungan infrastruktur listrik menjadi faktor penentu. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat berhasil menyediakan pasokan listrik andal untuk seluruh area Sirkuit Mandalika, meliputi lintasan, paddock, pusat media, area hospitality, serta sistem siaran internasional. Personel siaga yang tersebar di titik-titik strategis memastikan tidak ada gangguan selama tiga hari kompetisi.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menilai PLN sebagai “pahlawan di balik layar” yang menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan elemen fundamental dalam operasional balapan kelas dunia.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Event ini tidak hanya meningkatkan profil olahraga otomotif Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyoroti pentingnya listrik stabil bagi ekosistem event yang mendukung pertumbuhan subsektor kreatif. Lebih dari 22 supercar berpartisipasi, menarik ribuan penonton domestik dan internasional, serta meningkatkan pendapatan sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner di sekitar Mandalika.
Ketiga pembalap Indonesia—Andreas Pato, Sean Gelael, dan Setiawan Santoso—menjadi representasi bakat tanah air di panggung Asia. Walaupun hasilnya beragam, kehadiran mereka menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi tuan rumah event otomotif kelas dunia.
Secara keseluruhan, GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika terbukti lebih sukses dibandingkan edisi sebelumnya. Kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara ITDC, MGPA, dan pihak sponsor seperti Pertamina Patra Niaga menciptakan ekosistem yang mendukung tidak hanya kelancaran balapan, tetapi juga pertumbuhan jangka panjang industri motorsport di Indonesia.
Dengan infrastruktur yang terus ditingkatkan dan bakat pembalap yang semakin menonjol, harapan besar terbuka untuk menarik lebih banyak event otomotif internasional, termasuk MotoGP dan seri balap lain, menjadikan Sirkuit Mandalika sebagai pusat olahraga otomotif kelas dunia.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia dalam peta motorsport Asia dan menyiapkan landasan kuat bagi generasi pembalap berikutnya untuk bersaing di tingkat global.
