Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Ramadan 1447 H diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, sehingga sepuluh malam terakhir bulan suci tersebut jatuh pada rentang tanggal 9-18 Maret 2026. Di antara malam-malam tersebut, Lailatul Qadar menjadi sorotan utama umat Islam karena keutamaannya yang setara dengan seribu bulan. Menurut sejumlah riwayat hadis, malam penuh berkah ini diyakini turun pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, yakni pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Dengan menghitung kalender Gregorian, malam ke-21 Ramadan bertepatan dengan Selasa, 10 Maret 2026, sehingga para muslim diperkirakan akan intensif mencari malam yang dimaksud pada periode 10‑18 Maret.
Tanda-tanda Lailatul Qadar yang Diriwayatkan
Berbagai sumber klasik menyebutkan beberapa ciri khas yang dapat membantu mengenali malam tersebut:
- Bulan tampak bulat dan lebar, menyerupai potongan baskom, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Hurairah (HR Muslim).
- Suasana tenang, sejuk, dan tidak terlalu panas atau dingin. Pada pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya lembut yang tidak menyilaukan, menurut riwayat Ubadah bin Ash‑Shamit (HR Ahmad).
- Ketenangan malam sehingga tidak terdengar suara bising, dan tidak ada bintang yang “dilemparkan” ke langit, sebagaimana riwayat lain menambahkan (HR Ahmad).
Hadis Penunjuk Waktu dan Metode Pencarian
Rasulullah SAW menekankan pentingnya mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadis dari Aisyah RA tercatat: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan” (HR Bukhari). Sedangkan riwayat Ibnu Umar menambahkan bahwa malam ke‑27 memiliki keutamaan khusus (HR Ahmad). Karena tidak ada yang mengetahui tanggal pasti, ulama sepakat bahwa upaya maksimal pada semua malam ganjil tersebut adalah langkah terbaik.
Amalan Utama pada Lailatul Qadar
Beribadah pada malam ini diyakini setara dengan ibadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun). Berikut rangkaian amalan yang dianjurkan:
- Mengikuti salat malam (qiyamul‑layl) dengan niat ikhlas.
- Memperbanyak doa pribadi, khususnya memohon ampunan dan keberkahan.
- Dzikir dengan tasbih, tahmid, dan takbir secara berkelanjutan.
- Membaca Al‑Qur’an, terutama ayat‑ayat yang menyinggung Lailatul Qadar (Surah Al‑Qadr 1‑5).
- Melakukan i’tikaf di masjid atau rumah selama sepuluh malam terakhir untuk memusatkan perhatian pada ibadah.
Semua amalan tersebut mendapat penegasan dalam buku “Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya” serta pernyataan Dr. Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama RI, yang menekankan nilai pahala malam tersebut sebagai “kesempatan besar untuk meraih pahala yang sangat besar dalam waktu yang singkat.”
Perkiraan Tanggal Lailatul Qadar 2026
| Malam Ganjil | Tanggal (Gregorian) |
|---|---|
| 21 Ramadan | 10 Maret 2026 |
| 23 Ramadan | 12 Maret 2026 |
| 25 Ramadan | 14 Maret 2026 |
| 27 Ramadan | 16 Maret 2026 |
| 29 Ramadan | 18 Maret 2026 |
Meskipun tanggal di atas merupakan perkiraan, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperbanyak ibadah pada seluruh malam ganjil di rentang tersebut, karena Allah SWT menurunkan malam Lailatul Qadar pada malam yang Dia kehendaki.
Dengan menggabungkan petunjuk hadis, tanda‑tanda alam, dan rekomendasi amalan, diharapkan setiap muslim dapat memanfaatkan kesempatan langka ini secara optimal. Semoga Lailatul Qadar 2026 menjadi momentum spiritual yang memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan rasa syukur atas anugerah Ramadan.
