Keuangan.id – 30 April 2026 | Luna Maya kembali menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan mengambil peran ganda dalam film aksi‑horor zombi berjudul Zona Merah: Dead City. Film yang diproduksi oleh Screenplay Films ini tidak hanya menambah portofolio sang aktris, tetapi juga menjadi sorotan internasional karena kerja sama strategis dengan Barunson E&A, perusahaan produksi dan penjualan internasional asal Korea Selatan yang dikenal lewat film Oscar Parasite.
Kolaborasi Internasional Membuka Pintu Cannes
Barunson E&A dijadwalkan memperkenalkan Zona Merah: Dead City pada presentasi perdana di Cannes Film Market 2026. CEO Barunson, Yoonhee Choi, menilai film Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Menurutnya, proyek ini menjadi sinyal perubahan tren yang menarik bagi industri film Indonesia, dan Cannes dipilih sebagai panggung yang tepat untuk memperkenalkannya ke dunia.
Adaptasi Besar dari Serial Populer
Awalnya Zona Merah merupakan serial hit yang sukses di platform streaming lokal. Versi film kini menghadirkan skala produksi yang lebih masif, intensitas aksi yang lebih tinggi, serta eksplorasi cerita yang lebih gelap. Produser sekaligus CEO Screenplay Films, Wicky V. Olindo, menjelaskan bahwa pengembangan ke layar lebar merupakan langkah alami dari sisi kreatif dan komersial. “Zona Merah membuktikan kekuatan cerita yang benar‑benar terhubung dengan penonton. Mengembangkannya ke layar lebar adalah progres yang tak terhindarkan,” ujar Wicky dalam pernyataan tertulis.
Luna Maya dan Peran Ganda yang Menantang
Dalam film ini, Luna Maya tidak hanya berperan sebagai karakter utama yang berjuang melawan serangan mayat hidup, tetapi juga mengambil peran ganda sebagai koordinator aksi. Peran tersebut menuntutnya untuk terlibat langsung dalam perencanaan adegan-adegan aksi serta melakukan beberapa adegan laga secara pribadi. Kolaborasinya dengan aktor Bryan Domani, yang juga kembali bergabung, menambah dinamika cerita. Kedua aktor ini akan berbagi layar dengan pemain lama serial, seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi, serta pemain baru seperti Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero.
Proses Produksi dan Jadwal Rilis
Pengambilan gambar Zona Merah: Dead City resmi dimulai pada April 2026 dan diperkirakan selesai pada Mei mendatang. Direksi film ini dipegang oleh duo Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa, yang berusaha mempertahankan esensi serial sambil menambahkan elemen sinematik yang lebih epik. Dengan dukungan tim produksi internasional serta pengalaman Barunson E&A dalam memasarkan film ke pasar global, diharapkan film ini menjadi salah satu judul Indonesia yang paling mencuri perhatian di Cannes Film Market 2026.
Harapan Industri Film Indonesia
Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi katalisator bagi lebih banyak produksi Indonesia yang bermitra dengan perusahaan internasional. Yoonhee Choi menekankan bahwa pasar Indonesia berada pada titik penting, dan film seperti Zona Merah dapat membuka pintu bagi karya‑karya lain untuk menembus festival-festival besar. Sementara itu, para pemain utama, termasuk Luna Maya, menyatakan antusiasme tinggi untuk menyaksikan respons penonton internasional terhadap film ini.
Jika film ini berhasil menggaet perhatian di Cannes, tidak menutup kemungkinan akan ada penawaran distribusi ke negara‑negara lain, memperluas jangkauan sinema Indonesia di panggung dunia. Luna Maya sendiri menyatakan kebanggaan dapat menjadi bagian dari langkah besar ini, sekaligus menantang dirinya dengan peran ganda yang belum pernah ia coba sebelumnya.
Dengan kombinasi cerita yang kuat, produksi berkualitas tinggi, serta dukungan distribusi global, Zona Merah: Dead City siap menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Penonton domestik maupun internasional kini menantikan penayangan perdana film ini, yang diperkirakan akan memperlihatkan kemampuan sinematik Indonesia dalam genre aksi‑horor yang kompetitif.











