Keuangan.id – 12 April 2026 | Jalan Cadas Pangeran, salah satu akses utama di wilayah Padang, tiba‑tiba terganggu akibat longsor besar yang melanda pada pagi hari Senin, 8 April 2026. Tanah longsor menutup total jalur, memaksa pengendara menghentikan langkah dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian material. Satu warga dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua buah mobil pribadi terperosok dan tidak dapat digerakkan.
Detik‑detik kejadian
Menurut laporan tim lapangan BPBD Sumatera Barat, tanah mulai bergerak sekitar pukul 07.30 WIB setelah hujan lebat yang berlangsung semalaman. Material tanah yang meluncur menuruni lereng jalan Cadas Pangeran, menumpuk hingga setinggi dua meter di bagian tengah lintasan. Pada saat itu, beberapa kendaraan sedang melintas, termasuk sebuah mobil keluarga dan sebuah motor. Pengemudi mobil keluarga tidak sempat menghindar, sehingga kendaraan itu terjepit di antara tumpukan batu dan tanah.
Seorang warga setempat yang kebetulan berada di lokasi, berusaha menolong namun terperosok bersama mobilnya. Upaya pertolongan pertama dilakukan oleh warga sekitar, namun kondisi korban sudah kritis. Tim medis yang tiba tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, sehingga dinyatakan meninggal di tempat.
Respon cepat BPBP dan aparat
Setelah menerima laporan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat segera mengerahkan unit alat berat, termasuk excavator dan bulldozer, untuk membuka kembali akses jalan. Tim penyelamat juga menyiapkan peralatan evakuasi, seperti tali pengaman, jala, dan alat pemotong kayu, guna mengevakuasi korban yang terjebak serta mengamankan area longsor.
Polisi lalu lintas setempat menutup jalur secara total dan memasang rambu peringatan bahaya. Sementara itu, Satpol PP membantu mengatur arus kendaraan alternatif yang dialihkan ke Jalan Siti Nurbaya dan Jalan Simpang Aki, guna mengurangi kepadatan di titik penutup.
Faktor penyebab
Analisis awal menunjukkan bahwa kombinasi curah hujan tinggi selama tiga hari terakhir dan kondisi tanah yang lemah menjadi pemicu utama longsor. Daerah sekitar Cadas Pangeran dikenal memiliki lereng yang curam dan kurangnya sistem drainase mempermudah aliran air masuk ke dalam lapisan tanah, mengurangi daya dukungnya.
Para ahli geologi menambahkan bahwa penebangan liar di hutan sekitar wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir memperparah ketidakstabilan lereng. Tanpa tutupan vegetasi yang memadai, tanah mudah terlepas ketika terpapar tekanan air.
Upaya mitigasi dan langkah selanjutnya
- BPBD akan terus mengerahkan alat berat selama 48 jam ke depan untuk memastikan jalur kembali terbuka sepenuhnya.
- Tim inspeksi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Sumatera Barat dijadwalkan melakukan survei struktural pada jalan Cadas Pangeran untuk menilai kerusakan dan merencanakan perbaikan jangka panjang.
- Pemerintah daerah berjanji akan meningkatkan sistem drainase dan menanam kembali vegetasi pada lereng‑lereng rawan longsor.
- Warga diimbau untuk melaporkan kondisi tanah yang mencurigakan kepada pihak berwenang melalui layanan darurat 110.
Dampak sosial‑ekonomi
Penutupan jalan Cadas Pangeran berdampak signifikan pada mobilitas penduduk setempat, terutama petani yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengirim hasil panen ke pasar. Pedagang kecil melaporkan penurunan pendapatan hingga 30 % karena akses distribusi terganggu. Selain itu, biaya perbaikan infrastruktur diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, menambah beban anggaran daerah yang sudah tertekan oleh penanganan bencana alam lain.
Komunitas setempat mengadakan bakti sosial untuk membantu keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga. Donasi berupa sembako, pakaian, dan bantuan psikologis disalurkan melalui lembaga kemanusiaan lokal.
Dengan upaya kolaboratif antara BPBD, aparat keamanan, serta masyarakat, diharapkan jalan Cadas Pangeran dapat kembali berfungsi dalam beberapa hari mendatang, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi penataan ruang dan mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.











