Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Musim 2025/2026 Liga Inggris semakin memanas menjelang akhir pekan ke-35. Pertarungan antara raksasa Premier League tidak hanya menentukan siapa yang akan mengangkat trofi domestik, tetapi juga membuka peluang bagi klub Inggris untuk menorehkan sejarah besar di kompetisi Eropa. Dari hasil imbang Manchester City melawan Everton hingga kemenangan telak Arsenal atas Fulham, statistik terbaru memperlihatkan dinamika klasemen yang menegangkan.
Perkembangan Peringkat di Pekan ke-35
Berikut rangkuman singkat klasemen setelah lima pertandingan terakhir yang paling berpengaruh:
| Pos | Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | GM | GK | +/- | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Arsenal | 34 | 24 | 7 | 3 | 73 | 28 | +45 | 79 |
| 2 | Manchester City | 33 | 22 | 8 | 3 | 71 | 30 | +41 | 74 |
| 3 | Chelsea | 34 | 18 | 6 | 10 | 58 | 45 | +13 | 60 |
| 4 | Nottingham Forest | 34 | 16 | 9 | 9 | 55 | 48 | +7 | 57 |
Manchester City masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak daripada Arsenal, namun selisih lima poin membuat tekanan semakin besar. Sementara Chelsea, yang sempat menancapkan harapan pada Piala FA, kini terpuruk setelah kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest, mencatatkan enam kekalahan beruntun di klasemen atas.
Pertarungan Kunci: Arsenal, Manchester City, dan Chelsea
- Arsenal vs Fulham (3-0) – Golesar menambah jarak di puncak dengan gol kolektif dari tiga pemain, menegaskan dominasi tim asal London di kandang Emirates.
- Manchester City vs Everton (3-3) – Jeremy Doku mencetak dua gol, sementara Erling Haaland menambah satu gol. Hasil imbang ini menghambat upaya City memperkecil jarak dengan Arsenal.
- Chelsea vs Nottingham Forest (1-3) – Taiwo Awoniyi membuka keunggulan dua gol lebih awal, diikuti penalti Igor Jesus. Kekalahan ini menurunkan moral Blues dan menutup peluang mereka masuk Liga Champions.
Statistik serangan dan pertahanan menunjukkan Arsenal memiliki selisih gol tertinggi (+45), diikuti City (+41). Sementara Chelsea mengalami penurunan efisiensi mencetak gol, hanya 58 gol masuk dari 34 pertandingan.
Potensi Sejarah Tiga Trofi Eropa
Tak hanya persaingan domestik, empat klub Inggris kini bersaing di tiga kompetisi Eropa sekaligus. Arsenal telah menembus semifinal Liga Champions, Aston Villa dan Nottingham Forest berada di fase knockout Liga Europa, serta Crystal Palace menjuarai Liga Conference. Jika ketiga tim tersebut melaju ke final masing‑masing, Inggris akan mencetak prestasi belum pernah terjadi sebelumnya: tiga wakil liga yang sama sekaligus menempati tiga final kompetisi Eropa.
Arsenal hanya perlu menang tipis 1‑0 melawan Atletico Madrid pada leg kedua semifinal di London untuk melaju ke final Liga Champions. Sementara Palace cukup menjaga hasil imbang melawan Shakhtar Donetsk untuk mengamankan tiket final Liga Conference. Jika Villa atau Forest berhasil meraih trofi Liga Europa, catatan sejarah tiga trofi sekaligus akan terukir.
Keberhasilan tersebut akan memperkuat citra Liga Inggris di mata dunia, meningkatkan jumlah slot Liga Champions untuk musim berikutnya, dan memberi dorongan finansial yang signifikan bagi klub‑klub yang bersaing.
Namun, skenario sebaliknya tetap mengintai. Kegagalan Arsenal di Liga Champions atau penurunan performa Chelsea dapat menimbulkan kekecewaan besar, terutama bagi pendukung yang menantikan gelar pertama Arsenal dalam 22 tahun terakhir.
Dengan hanya tiga laga tersisa, setiap poin menjadi krusial. Man City masih memiliki peluang mengejar Arsenal jika dapat mengamankan kemenangan di dua laga terakhir, sementara Chelsea harus bangkit cepat untuk menghindari degradasi zona kompetisi Eropa.
Secara keseluruhan, statistik Liga Inggris menunjukkan persaingan yang ketat, peluang sejarah yang menggairahkan, dan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penggemar sepakbola dunia kini menantikan bagaimana kisah musim ini akan berakhir, apakah dengan triumphalitas tiga trofi Eropa atau dengan tragedi yang mengguncang pundak liga.











