Keuangan.id – 27 April 2026 | Leapmotor, produsen mobil listrik asal Tiongkok, mencatat penjualan sebanyak 110 ribu unit pada kuartal pertama tahun 2026. Angka tersebut menandakan pertumbuhan signifikan dalam persaingan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, terutama menjelang peluncuran model terbaru, Leapmotor B10, yang akan dipamerkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Penjualan Kuartal I 2026: Lonjakan yang Membanggakan
Data penjualan resmi menunjukkan Leapmotor berhasil menembus 110.000 unit dalam tiga bulan pertama tahun ini. Peningkatan ini didorong oleh strategi pemasaran agresif, jaringan distribusi yang diperluas, serta penawaran varian yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, mulai dari kota besar hingga wilayah suburban.
- Penjualan tertinggi dicapai pada segmen SUV listrik kompak.
- Model B10 mencatat penjualan 31.000 unit hanya dalam 48 jam setelah pre‑order dibuka, menegaskan antusiasme pasar.
- Rasio pertumbuhan YoY mencapai 68%, melampaui kompetitor utama.
Indomobil Siapkan Leapmotor B10 untuk GIIAS 2026
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengungkapkan rencana produksi lokal untuk Leapmotor B10. Kendaraan utilitas sport (SUV) kompak ini pertama kali diperkenalkan di Beijing Auto Show 2026, kemudian dijadwalkan hadir di GIIAS 2026 di Tangerang, Banten.
Leapmotor B10 mengusung teknologi Cell‑to‑Chassis (C2C) yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis, meningkatkan kekakuan bodi serta stabilitas saat bermanuver. Fitur Personal Panel Dashboard memungkinkan pengguna, terutama generasi muda, menyesuaikan tampilan interior dengan aksesori dekoratif.
Dalam hal performa, B10 menawarkan daya jelajah hingga 516 kilometer per pengisian penuh menurut standar New European Driving Cycle (NEDC). Keunggulan ini dipadukan dengan desain modern yang menargetkan konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan namun tetap stylish.
Strategi Kolaborasi dengan Stellantis
Kerjasama antara Indomobil, Stellantis, dan Leapmotor menjadi pilar utama ekspansi pasar EV di Indonesia. Stellantis, melalui brand house-nya, berperan dalam distribusi dan layanan purna jual, sementara Indomobil menangani produksi lokal dan adaptasi teknologi sesuai regulasi Indonesia.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat posisi Leapmotor dalam segmen SUV listrik, tetapi juga menambah variasi pilihan bagi konsumen yang selama ini terbatas pada beberapa merek global. Dengan produksi lokal, biaya produksi dapat ditekan, sehingga harga jual menjadi lebih kompetitif.
Dampak Terhadap Industri Otomotif Nasional
Peningkatan penjualan Leapmotor dan kedatangan B10 di pasar domestik memberikan sinyal positif bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan insentif pajak dan pembangunan infrastruktur pengisian daya, yang selaras dengan langkah produsen untuk memperluas jaringan dealer.
Selain itu, kehadiran B10 yang menonjolkan teknologi C2C dapat mendorong kompetitor lokal untuk berinovasi dalam hal integrasi baterai dan efisiensi produksi. Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan dan menurunkan biaya kepemilikan kendaraan listrik bagi konsumen.
Secara keseluruhan, penjualan 110 ribu unit pada Q1 2026 menegaskan bahwa Leapmotor telah berhasil meraih kepercayaan pasar Indonesia. Peluncuran B10 di GIIAS 2026 akan menjadi momen penting untuk mengukuhkan posisi perusahaan dalam ekosistem EV nasional.











