Keuangan.id – 15 April 2026 | Lazio kembali menjadi sorotan Serie A setelah penurunan performa yang menimbulkan pertanyaan besar bagi manajemen klub dan para pendukung.
Hasil mengejutkan melawan Fiorentina
Pada pekan ke‑32, Fiorentina berhasil menumbangkan Lazio dengan skor 1‑0 di Stadion Artemio Franchi, Florence. Gol tunggal dicetak oleh Robin Gosens pada menit ke‑28 setelah menerima umpan terukur dari Jack Harrison. Kemenangan tersebut mengangkat Fiorentina ke peringkat 15 dengan 35 poin, sementara Lazio tetap berada di peringkat sembilan dengan 44 poin, terpaut 13 poin dari zona Eropa.
Meskipun Lazio sempat mengancam dengan tembakan Mattia Zaccagni dan peluang dari Matteo Cancellieri, kiper Fiorentina David de Gea melakukan penyelamatan krusial. Upaya serangan balik Lazio di babak kedua tidak membuahkan hasil, dan tim asal Roma pun menutup pertandingan dengan skor tipis.
Masalah internal yang diidentifikasi oleh Maurizio Sarri
Dalam wawancara terpisah, mantan pelatih Juventus Maurizio Sarri menyoroti masalah terbesar Lazio: kurangnya kreativitas di lini tengah. Sarri berkomentar, “Jika saya memiliki solusi, saya sudah berada di Real Madrid,” menyinggung betapa rumitnya memperbaiki defisit taktis yang dialami klub saat ini.
Menurut pengamat, pernyataan tersebut mencermati dua titik lemah utama Lazio: kemampuan mengatur tempo permainan dan kurangnya kontribusi gol dari gelandang serang. Kedua aspek ini menjadi faktor penentu dalam kegagalan mencetak gol melawan Fiorentina.
Penjadwalan Derby Roma‑Lazio menambah tekanan
Selain masalah di lapangan, Lazio harus menghadapi tantangan logistik. Roma dan Lazio menolak mengubah tanggal derby klasik demi memberi ruang bagi pemain Jannik Sinner yang akan berkompetisi dalam turnamen tenis internasional. Keengganan ini menambah beban jadwal bagi kedua tim, yang sudah harus mengelola pertandingan liga padat.
Keputusan tersebut memperlihatkan prioritas klub yang lebih menekankan pada persaingan domestik daripada menyesuaikan kalender internasional.
Statistik singkat musim ini
- Peringkat: 9 (44 poin dari 32 laga)
- Selisih poin dari zona Eropa: 13
- Kemenangan terakhir: 0 (kalah 1‑0 vs Fiorentina)
- Jumlah gol yang dicetak: 38
- Jumlah kebobolan: 31
Prospek dan langkah selanjutnya
Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, Lazio harus memperbaiki kreativitas dan menambah efektivitas serangan. Pelatih baru atau pergantian taktik mungkin menjadi solusi jangka pendek. Di sisi lain, stabilitas dalam penjadwalan derby dapat membantu mengurangi kelelahan pemain.
Jika Lazio mampu mengatasi masalah teknis dan menyesuaikan strategi, peluang untuk kembali bersaing di zona Eropa masih terbuka. Namun, kegagalan untuk melakukan perubahan signifikan dapat mengancam posisi mereka di papan atas Serie A.











