Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Persis Solo menorehkan momen penting dalam sejarah klub dengan mengamankan tiga poin krusial melawan Bali United pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan 3-0 di Stadion Manahan tidak hanya mengangkat moral Laskar Sambernyawa, tetapi juga menandai titik balik yang mengusir tim asal Solo dari zona degradasi.
Perjalanan Menjelang Laga Penentu
Sejak awal musim, Persis Solo mengalami pasang surut. Pada fase pertama, tim asuhan Milomir Seslija sempat mengalami 11 pertandingan kandang tanpa kemenangan, menempatkan mereka di zona merah. Namun, perubahan taktik dan peningkatan kekompakan membuat skuad meraih enam laga tanpa kekalahan, mengantarkan mereka ke peringkat ke-15 dengan 20 poin. Statistik tersebut menjadi landasan bagi Laskar Sambernyawa untuk memanfaatkan peluang pada fase kritis yang tersisa.
Kemenangan Telak Atas Bali United
Gol pertama dicetak pada menit ke-23 melalui serangan terorganisir Zanadin Fariz, yang memanfaatkan ruang di area pertahanan Bali United. Dua gol berikutnya datang pada babak kedua, masing-masing dari aksi cepat Eky Taufik dan serangan balik yang dipimpin oleh Muhammad Ferarri. Hasil 3-0 tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menambah selisih gol positif yang penting dalam pertempuran klasemen akhir.
Fase Pertama: Menghadapi Tim Setara
Setelah kemenangan melawan Bali United, Persis Solo masuk ke fase pertama yang melibatkan tiga pertandingan melawan tim dengan kekuatan setara. Jadwal tersebut meliputi:
- PSM Makassar (pekan ke-26) – PSM berada di peringkat ke-13, hanya empat poin di belakang Persis.
- Semen Padang (pekan ke-27) – Pesaing langsung di zona merah, sehingga hasil negatif dapat mengancam posisi.
- Arema FC (pekan ke-28) – Tim peringkat ke-11 yang sedang mengalami penurunan performa, membuka peluang bagi Persis untuk mencuri tiga poin.
Keberhasilan dalam tiga laga ini akan menentukan apakah Laskar Sambernyawa dapat menambah jarak aman dari zona degradasi atau terpaksa berjuang di tahap kedua yang lebih menantang.
Fase Kedua: Menghadapi Papan Atas
Jika Persis Solo berhasil mengumpulkan poin maksimal pada fase pertama, tantangan berikutnya adalah menghadapi lima tim papan atas dalam empat laga kandang dan dua laga tandang. Jadwal tersebut mencakup:
- Bhayangkara FC (pekan ke-29) – Tim peringkat ke-6 yang bersaing ketat untuk gelar juara.
- Persija Jakarta (pekan ke-30) – Lawan tandang di JIS, dimana Persija tak ingin menyerah pada poin.
- Malut United (pekan ke-31) – Tim papan atas yang menempati peringkat ke-4.
- Persebaya Surabaya (pekan ke-32) – Pesaing kuat di zona atas klasemen.
- Dewa United (pekan ke-33) – Tim peringkat ke-5, menuntut pertarungan sengit di kandang.
- Persita Tangerang (pekan ke-34) – Lawan tandang terakhir yang berpotensi mengubah arah klasemen.
Fase ini menjadi ujian sejati bagi Milomir Seslija dan para pemainnya. Keberhasilan di sini tidak hanya akan memastikan kelulusan, tetapi juga memberi sinyal bahwa Persis Solo mampu bersaing dengan tim-tim elit.
Keunggulan Kandang: Modal Utama
Stadion Manahan menjadi saksi kebangkitan Persis Solo. Setelah mengakhiri era 11 pertandingan kandang tanpa kemenangan, tim berhasil meraih dua kemenangan beruntun, pertama melawan Persik Kediri (2-1) dan kemudian melumat Bali United (3-0). Empat laga kandang yang tersisa – melawan Semen Padang, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Dewa United – menjadi peluang emas untuk mengumpulkan poin maksimal. Atmosfer suporter Singo Edan yang selalu mendukung penuh diyakini dapat menjadi faktor psikologis penting dalam menambah tekanan pada lawan.
Analisis Statistik dan Peluang
Dari total 34 laga musim ini, Persis Solo masih memiliki 9 pertandingan tersisa, dengan potensi maksimum 27 poin. Dengan 20 poin yang sudah diperoleh, mereka membutuhkan minimal 7 poin tambahan untuk menjamin posisi aman, mengingat jarak aman biasanya berada di sekitar 27-28 poin. Statistik menyerang menunjukkan rata-rata 1,4 gol per laga, sementara pertahanan mencatat kebobolan rata-rata 1,2 gol. Kemenangan melawan Bali United meningkatkan selisih gol menjadi +3, sebuah indikator positif menjelang fase akhir.
Prospek Akhir Musim
Jika Persis Solo dapat mengoptimalkan fase pertama dengan minimal 6 poin (misalnya 2 kemenangan dan 1 seri), mereka akan berada dalam zona aman secara matematis sebelum memasuki fase kedua. Bahkan jika hasil fase pertama tidak optimal, keberhasilan satu atau dua laga melawan tim papan atas dapat menutupi kekurangan poin. Kombinasi strategi defensif yang lebih disiplin, peran kreatif dari gelandang tengah, serta efisiensi finishing menjadi kunci utama.
Dengan semangat “Laskar Sambernyawa” yang kini mengamuk, Persis Solo menatap akhir musim dengan keyakinan. Kemenangan melawan Bali United tidak hanya menghapus rasa takut akan degradasi, tetapi juga menumbuhkan harapan akan penampilan yang lebih kompetitif di sisa kompetisi. Semua mata kini tertuju pada aksi mereka di 9 laga terakhir, dan setiap poin akan menjadi bukti bahwa perjuangan tidak sia‑sia.











