Keuangan.id – 03 April 2026 | Pemerintah Indonesia bersama Pertamina serta operator SPBU swasta menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal April 2026 tetap stabil, mengacu pada penyesuaian terakhir yang dilakukan pada awal Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah koordinasi intensif antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi daya beli masyarakat.
Daftar Harga Pertamax per Liter (April 2026)
| Wilayah | Pertamax (Rp) |
|---|---|
| Sumatera Utara | 13.600 |
| Jawa Barat | 13.800 |
| Jawa Tengah | 13.750 |
| Jawa Timur | 13.850 |
| Kalimantan Barat | 13.650 |
| Sulawesi Selatan | 13.900 |
| Papua | 13.700 |
Semua harga di atas merupakan lanjutan penyesuaian Maret 2026, di mana kenaikan terakhir berkisar antara Rp200 hingga Rp950 per liter dibandingkan periode sebelumnya. Tidak ada perubahan tambahan yang diberlakukan pada 1 April 2026.
Daftar Harga Dex Series per Liter (April 2026)
| Wilayah | Dex (Rp) |
|---|---|
| Sumatera Selatan | 13.550 |
| Banten | 13.720 |
| Jawa Barat | 13.800 |
| Jawa Timur | 13.870 |
| Kalimantan Tengah | 13.630 |
| Sulawesi Utara | 13.880 |
| Maluku | 13.660 |
Harga Dex Series juga mengikuti pola penyesuaian yang sama dengan Pertamax, yaitu tidak berubah sejak awal Maret. Kedua varian BBM non‑subsidi ini tetap menjadi pilihan utama pengendara yang mengutamakan performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
Latar Belakang Kebijakan Harga
Peningkatan tajam harga minyak mentah di pasar global pada kuartal pertama 2026 menimbulkan kekhawatiran akan dampak inflasi pada sektor transportasi. Namun, pemerintah memilih untuk menunda penyesuaian lanjutan hingga evaluasi bulanan berikutnya. Kebijakan ini selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan kepentingan konsumen, terutama dalam konteks kenaikan biaya hidup yang dirasakan luas.
Pengaruh Harga Terhadap Konsumen
Stabilitas harga BBM pada April memberikan ruang napas bagi para pengemudi kendaraan pribadi, transportasi umum, serta perusahaan logistik. Dengan tidak adanya lonjakan harga, biaya operasional tetap terjaga, sehingga tarif angkutan publik tidak perlu dinaikkan secara mendadak. Di sisi lain, pasar BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap berada pada level yang sama, memastikan kebutuhan mobilitas dasar masyarakat terpenuhi.
Meski demikian, otoritas mengingatkan bahwa harga dapat berubah sewaktu‑waktu mengikuti dinamika pasar energi dunia. Konsumen disarankan untuk selalu memantau pengumuman resmi dari Kementerian ESDM dan Pertamina melalui kanal resmi masing‑masing.
Kesimpulannya, harga Pertamax dan Dex Series di seluruh Indonesia per April 2026 tetap konsisten dengan penyesuaian Maret, mencerminkan kebijakan pemerintah yang menyeimbangkan antara stabilitas ekonomi dan kebutuhan energi nasional.











