Keuangan.id – 28 April 2026 | Lamine Yamal, winger muda berusia 18 tahun yang menjadi bintang utama Barcelona, mengalami cedera otot paha belakang (hamstring) pada pertandingan melawan Celta de Vigo yang berakhir 1-0. Tendangan penalti yang menambah satu poin bagi Blaugrana sekaligus menjadi momen terakhirnya di lapangan musim ini, memicu serangkaian keputusan strategis dari klub dan menimbulkan kontroversi di luar lapangan.
Cedera Hamstring dan Dampaknya
Insiden terjadi ketika Yamal mengeksekusi penalti di menit akhir pertandingan. Saat berlari kembali, ia merasakan tarikan tajam pada otot hamstring kiri, mengakibatkan cedera yang memaksa staf medis Barcelona menegaskan bahwa proses pemulihan harus dijalankan dengan sangat hati-hati. Klub secara resmi mengumumkan bahwa pemain tidak akan kembali berlatih bersama tim utama hingga dokter memberi lampu hijau, dan menolak segala godaan untuk mempercepat proses tersebut.
Akibat cedera ini, Barcelona meminta Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) agar tidak menurunkan Yamal dalam dua laga grup pertama Piala Dunia 2026, yakni melawan Cape Verde (15 Juni) dan Arab Saudi (21 Juni). Permintaan tersebut dikabarkan diterima, memberikan ruang bagi Yamal untuk fokus pada rehabilitasi tanpa tekanan kompetisi internasional.
Kontroversi Fast Food Sebelum Cedera
Sementara klub menekankan pentingnya pemulihan, media sosial dan beberapa kolumnis menyoroti konsumsi makanan cepat saji Yamal sebelum cedera. Laporan menyebut Yamal sempat menikmati burger dan kentang goreng dalam sebuah acara tim, yang kemudian menjadi bahan kritik publik. Barcelona menanggapi dengan menegaskan bahwa pola makan pemain tidak menjadi faktor utama cedera, melainkan faktor fisik dan mekanik yang lebih kompleks.
Peluang Zarra Trophy Terbuka Lebar
Yamal selama musim 2025/26 mencatat 16 gol dan 12 assist dalam 28 penampilan La Liga, menempatkannya di antara kandidat utama untuk Zarra Trophy, penghargaan pencetak gol terbanyak di liga Spanyol. Dengan absen dari sisa musim, kompetisi tersebut kini terbuka lebar bagi penyerang lain seperti Karim Benzema, Robert Lewandowski, dan Ansu Fati. Statistik Yamal tetap mengesankan, namun ketidakhadirannya memberikan peluang bagi rival untuk melampaui jumlah golnya.
Catatan Barcelona Tanpa Yamal
Sejak cedera Yamal, Barcelona telah menjalani lima pertandingan La Liga tanpa kehadirannya. Tim berhasil meraih enam kemenangan dan satu hasil imbang, menegaskan kedalaman skuad yang dimiliki Hansi Flick. Berikut ringkasan performa tim tanpa Yamal:
- Menang vs Valencia 6-0
- Menang vs Newcastle (Champions League) 2-1
- Menang vs Getafe 3-0
- Menang vs Real Oviedo 3-1
- Kalah tipis vs Sevilla 4-1
- Menang vs Slavia Praha (Champions League) 4-2
Selain itu, Barcelona memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah jarak poin dengan Real Madrid, yang mengalami penurunan performa dalam empat pertandingan terakhir. Meski begitu, pelatih menegaskan pentingnya kehadiran Yamal dalam fase penutup liga untuk mengamankan gelar.
Prospek di Piala Dunia 2026
Meski tidak dipanggil dalam dua laga grup pertama, harapan tetap tinggi bahwa Yamal dapat kembali pada pertandingan ketiga melawan Uruguay pada 27 Juni, jika kondisinya sudah pulih sepenuhnya. Timnas Spanyol menilai bahwa kehadiran pemain berusia 18 tahun ini dapat memberikan dimensi serangan yang tak terduga, terutama mengingat kecepatan dan kreativitasnya.
Secara keseluruhan, cedera Lamine Yamal menimbulkan tantangan besar bagi Barcelona dalam mempertahankan gelar La Liga dan mengamankan posisi utama dalam kontes Zarra Trophy. Di sisi lain, keputusan klub untuk melindungi pemain dari kompetisi internasional menandakan prioritas pada kesehatan jangka panjang. Jika proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana, Yamal diharapkan kembali bersinar pada akhir musim, memberikan kontribusi penting bagi ambisi Barcelona dan Spanyol di panggung global.











