Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak

Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak
Laba Fintech Lending Meroket Jadi Rp 383 Miliar, Tapi TWP90 Ikut Membengkak

Keuangan.id – 09 April 2026 | Data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa laba bersih sektor fintech lending mengalami lonjakan signifikan sebesar 142,44% dalam satu bulan terakhir, mencapai Rp 383 miliar pada Maret 2024. Angka ini jauh melampaui laba Rp 158 miliar yang tercatat pada Februari 2024.

Sementara profitabilitas meningkat tajam, indikator risiko yang dikenal dengan TWP90 (Total Weighted Portfolio pada tingkat 90) juga menunjukkan tren naik. TWP90 mencerminkan proporsi pinjaman dengan risiko tinggi dalam portofolio, dan nilai tersebut naik dari 1,2% menjadi 2,0% dalam periode yang sama, menandakan peningkatan eksposur risiko di industri.

Parameter Februari 2024 Maret 2024
Laba Bersih Rp 158 miliar Rp 383 miliar
TWP90 1,2 % 2,0 %

Kenaikan laba dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan volume pinjaman yang signifikan, diversifikasi produk ke layanan keuangan lain, serta efisiensi operasional yang berhasil menurunkan biaya. Fintech lending berhasil menarik lebih banyak nasabah, terutama di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencari pendanaan cepat.

Namun, peningkatan TWP90 menjadi sinyal peringatan bagi regulator dan investor. Tingginya persentase pinjaman berisiko dapat meningkatkan potensi kredit macet di masa depan jika kondisi ekonomi melambat atau jika kualitas penilaian kredit tidak memadai.

Para analis menyarankan agar perusahaan fintech lending memperkuat kebijakan penilaian kredit, meningkatkan pemantauan portofolio, dan memperluas penggunaan teknologi analitik untuk mengidentifikasi risiko lebih dini. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan pertumbuhan laba dengan kontrol risiko yang lebih ketat.

Secara keseluruhan, meskipun sektor fintech lending menunjukkan performa keuangan yang mengesankan, peningkatan TWP90 mengingatkan bahwa pertumbuhan harus diiringi dengan manajemen risiko yang prudensial untuk menjaga kestabilan jangka panjang.

Exit mobile version