Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan laba bersih sebesar Rp 3,41 triliun untuk bulan Februari 2026, menandai pencapaian tertinggi dalam periode tersebut.
Peningkatan laba didorong oleh pertumbuhan signifikan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, serta ekspansi kredit yang mencatat kenaikan 18%.
| Indikator | Februari 2026 | YoY |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 3,41 Triliun | +xx% |
| DPK | Rp … | +40% |
| Kredit | Rp … | +18% |
Selain faktor di atas, kebijakan penetapan suku bunga yang kompetitif dan upaya digitalisasi layanan juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan bunga bersih. BNI juga mencatat penurunan rasio non-performing loan (NPL) yang membantu memperbaiki kualitas aset.
Para analis memperkirakan bahwa jika tren pertumbuhan DPK dan kredit dapat dipertahankan, laba BNI pada kuartal berikutnya berpotensi melampaui Rp 4 triliun. Namun, risiko eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan kebijakan moneter global tetap menjadi tantangan.











