Keuangan.id – 01 April 2026 | Bank Mega berhasil meningkatkan laba bersihnya pada tahun 2025 sebesar 28 persen, mencapai Rp3,36 triliun. Peningkatan ini mencerminkan kinerja operasional yang kuat serta strategi bisnis yang efektif di tengah tantangan makroekonomi.
Detail Pertumbuhan Laba
| Tahun | Laba Bersih (Triliun Rp) | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| 2025 | 3,36 | +28 % |
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 31 Maret 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, tidak hanya membahas kinerja keuangan, tetapi juga menyetujui perubahan susunan direksi. Dua nama baru, yaitu Mariam dan Jemy Kristian Soegiarto, resmi diangkat menjadi Direktur Bank Mega setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengangkatan ini diharapkan membawa perspektif baru dalam mengelola bisnis perbankan.
Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menyampaikan bahwa pertumbuhan laba bersih dipicu oleh peningkatan pendapatan bunga bersih, penurunan beban provisi, serta efisiensi operasional. Selain itu, bank terus memperkuat jaringan cabang dan layanan digital untuk meningkatkan basis nasabah.
Para analis pasar menilai bahwa pencapaian laba 28 persen berada di atas ekspektasi, mengindikasikan daya tahan Bank Mega dalam menghadapi persaingan industri perbankan. Prospek ke depan diperkirakan tetap positif, terutama jika bank dapat mempertahankan rasio NPL yang rendah dan memperluas portofolio kredit produktif.
