Keuangan.id – 16 April 2026 | Roma kini berada di persimpangan yang kritis. Ketegangan antara pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri memuncak, menimbulkan keraguan besar tentang arah klub menjelang akhir musim Serie A dan kompetisi Eropa.
Latar Belakang Konflik
Hubungan antara Gasperini dan Ranieri telah melewati batas toleransi. Pada sebuah panggilan telepon setelah pertandingan Roma melawan Pisa, Gasperini menuduh Ranieri menyerang secara pribadi, mengutip pernyataan “Saya memilih 5 atau 6 pelatih, tiga tidak datang dan klub mengambil Gasperini.” Pernyataan ini menandai titik terendah di antara keduanya.
Presiden klub, Dan Friedkin, menyatakan kepercayaan penuh kepada Gasperini, namun tidak ada kontak langsung sejak pernyataan tersebut. Gasperini menuntut tindakan nyata, terutama menjelang pertandingan krusial melawan Atalanta yang dijadwalkan tiga hari kemudian.
Pengaruh Kepemilikan Amerika
Dengan kepemilikan klub berada di tangan investor Amerika, keputusan mendadak tidak dapat dikesampingkan. Sejarah singkat pemilik menunjukkan keputusan drastis, seperti pemecatan José Mourinho dan pemanggilan Alessandro De Rossi. Namun, menyingkirkan Gasperini atau Ranieri kini menjadi skenario yang lebih menantang mengingat kedalaman konflik.
Situasi Tim dan Moral
Masalah kontrak pemain yang akan habis menjelang akhir musim menambah beban pada tim. Gasperini mengkhawatirkan penurunan moral pemain akibat perselisihan internal. Tanpa kepastian mengenai masa depan, pemain bisa kehilangan fokus pada pertandingan penting, termasuk laga melawan Atalanta dan potensi lanjutan di Liga Champions.
Potensi Pengganti dan Dinamika Transfer
Berbagai klub Eropa mulai menaruh mata pada mantan direktur olahraga Roma, Massara, yang sebelumnya terlibat dalam keputusan strategis klub. Tottenham Hotspur dan Olympique de Marseille tercatat sebagai pihak yang menunjukkan minat. Sementara itu, rumor tentang kedatangan Dan, yang konon berada dalam pesawat menuju Italia, terus mengemuka.
- Jika Gasperini dipecat, kandidat potensial meliputi pelatih dengan gaya taktis menyerupai Gasperini, seperti Paulo Fonseca atau Maurizio Sarri.
- Jika Ranieri mengundurkan diri, pencarian dapat mengarah pada pengganti senior advisor yang memiliki jaringan kuat di pasar transfer, misalnya Fabio Paratici atau Fabio Guglielmi.
Suara Pemain dan Pengamat
Radamel Falcao, mantan pemain dan figur berpengaruh di Roma, menekankan pentingnya kehadiran fisik pemilik di stadion agar penggemar merasakan kedekatan. “Pemilik harus berada di dekat tim dan fans, bukan hanya memilih orang yang tepat di belakang layar,” ujarnya dalam wawancara dengan ANSA.
Selain itu, Claudio Ranieri menyatakan kesiapan untuk mengundurkan diri bila tidak lagi dipercaya oleh kepemilikan. “Jika saya tidak lagi dikonsultasikan, saya siap mengundurkan diri. Saya mencintai Roma dan siap menepi sebagai penasihat senior,” katanya.
Proyeksi Musim Mendatang
Jika konflik tidak terselesaikan dalam waktu dekat, Roma berisiko kehilangan konsistensi performa di liga domestik dan kompetisi Eropa. Dengan tiga pertandingan penting tersisa, keputusan strategis harus diambil dalam hitungan hari, bukan minggu.
Ketidakpastian ini juga membuka peluang bagi klub lain untuk mengincar pemain Roma yang berada di ambang kontrak habis, memperburuk posisi Roma di pasar transfer.
Secara keseluruhan, dinamika internal Roma mencerminkan tantangan manajerial yang kompleks, di mana kepemilikan, pelatih, dan penasihat senior harus menemukan titik temu demi stabilitas klub.
Dengan tekanan yang terus meningkat, pemilik dan manajemen Roma dihadapkan pada pilihan sulit: menyelesaikan konflik dengan cepat atau menanggung konsekuensi penurunan performa yang dapat memengaruhi reputasi dan keuangan klub dalam jangka panjang.











