Keuangan.id – 07 Mei 2026 | Pertumbuhan kredit UMKM di Indonesia masih berada pada level yang sangat rendah, hanya 0,12% secara tahunan pada 2023, jauh di bawah target OJK yang mengharapkan pertumbuhan antara 7% hingga 9%.
Pertumbuhan Kredit UMKM 2023
Data resmi menunjukkan bahwa peningkatan kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya mencatat kenaikan tipis. Hal ini mencerminkan kendala struktural dalam akses pembiayaan.
Target OJK dan Proyeksi 2026
| Tahun | Target Pertumbuhan | Realisasi |
|---|---|---|
| 2023 | 7‑9% | 0,12% |
| 2026 (proyeksi) | 7‑9% | ~2,5% |
OJK memperkirakan bahwa dengan kebijakan yang tepat, pertumbuhan kredit UMKM dapat mencapai sekitar 2,5% pada 2026, namun masih jauh dari target jangka panjang.
Tantangan yang Dihadapi
- Rendahnya literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM.
- Persyaratan agunan yang ketat dari lembaga keuangan.
- Bunga pinjaman yang relatif tinggi.
- Kurangnya adopsi teknologi digital dalam proses pengajuan kredit.
- Regulasi yang belum sepenuhnya mendukung inovasi pembiayaan.
Untuk menutup kesenjangan, diperlukan sinergi antara pemerintah, OJK, dan sektor perbankan guna memperluas skema pembiayaan, menyederhanakan prosedur, serta meningkatkan edukasi keuangan.











