Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Bank Indonesia melaporkan bahwa total penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Februari 2026 menurun 0,6 % secara tahunan menjadi Rp1.484,9 triliun, melanjutkan tren penurunan yang sudah terlihat sejak Januari.
- Kredit UMKM secara keseluruhan terkontraksi 0,6 % yoy.
- Kredit skala mikro tumbuh tipis 0,004 % menjadi Rp659,5 triliun.
- Kredit skala kecil turun 1,5 % menjadi Rp492,5 triliun.
- Kredit skala menengah turun 0,4 % menjadi Rp332,9 triliun.
- Kredit modal kerja menyusut 4,9 % menjadi Rp992,8 triliun.
- Kredit investasi tetap positif, naik 9,6 % menjadi Rp492,1 triliun.
Penurunan paling signifikan berasal dari segmen kredit skala kecil, yang mencatat kontraksi lebih dalam dibandingkan Januari yang hanya turun 1 %. Sementara itu, kredit skala menengah juga mengalami penurunan meski tidak sebesar skala kecil. Sebaliknya, kredit mikro masih dapat mencatat pertumbuhan, meskipun sangat tipis, mengindikasikan bahwa sebagian besar pelaku UMKM mikro masih membutuhkan pembiayaan namun dengan permintaan yang terbatas.
Dari sisi penggunaan dana, kredit modal kerja mengalami penurunan tajam sebesar hampir 5 % yoy, mencerminkan melemahnya permintaan modal kerja di kalangan UMKM. Sebaliknya, kredit investasi menunjukkan momentum positif dengan pertumbuhan hampir 10 % yoy, menandakan bahwa sebagian UMKM beralih fokus ke investasi jangka panjang meski kondisi likuiditas masih menantang.
Data ini memperlihatkan tekanan yang masih dirasakan oleh sektor UMKM dalam memperoleh pembiayaan, terutama pada skala kecil dan menengah. Kebijakan dukungan likuiditas dan stimulus kredit yang lebih terarah mungkin diperlukan untuk mengembalikan momentum pertumbuhan kredit UMKM ke arah yang lebih positif.











