Keuangan.id – 13 April 2026 | Bank Amar Indonesia mencatatkan pertumbuhan kredit yang signifikan pada bulan Februari 2026, meski sektor perbankan secara umum mengalami perlambatan. Peningkatan ini menandai tren positif bagi bank yang terus memperkuat portofolio pembiayaan.
- Kredit Konsumer: Permintaan kredit rumah tangga dan kendaraan pribadi naik tajam, dipengaruhi oleh program subsidi pemerintah dan suku bunga yang kompetitif.
- Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): Bank meningkatkan alokasi dana untuk UMKM, khususnya di sektor manufaktur dan perdagangan.
- Kredit Korporat: Penyaluran kredit jangka menengah untuk proyek infrastruktur regional memberikan dorongan tambahan.
Berikut rangkuman pertumbuhan kredit per segmen pada Februari 2026:
| Segmen | Pertumbuhan YoY | Nilai Kredit (Rp Miliar) |
|---|---|---|
| Konsumer | 13,2% | 1.820 |
| UMKM | 11,8% | 1.340 |
| Korporat | 10,5% | 2.560 |
Strategi agresif Amar Bank dalam memperluas jaringan cabang dan meningkatkan layanan digital juga berperan penting. Platform perbankan digital yang baru diluncurkan pada akhir 2025 memungkinkan nasabah mengajukan kredit secara online dengan proses persetujuan yang lebih cepat, sehingga mempercepat pertumbuhan volume kredit.
Para analis menilai bahwa keunggulan kompetitif Amar Bank terletak pada kemampuannya menyesuaikan produk kredit dengan kebutuhan segmen pasar yang berbeda, sambil menjaga kualitas aset. Tingkat NPL (Non-Performing Loan) tetap berada di level yang aman, yaitu 1,9% pada akhir Januari 2026, menandakan risiko kredit yang terkendali.
Ke depan, Amar Bank menargetkan pertumbuhan kredit tahunan sebesar 15% hingga akhir 2026, dengan fokus pada digitalisasi layanan, peningkatan penetrasi di wilayah tier-2 dan tier-3, serta kerja sama dengan fintech untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro.











