Keuangan.id – 03 April 2026 | PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memperkirakan akan mencatat laba bersih sebesar USD 339,64 juta atau setara Rp5,68 triliun pada tahun buku 2025, menandakan perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang masih berada di zona merah.
Proyeksi ini didukung oleh peningkatan penjualan produk baja, perbaikan margin operasional, serta pemulihan harga komoditas global. Meskipun demikian, beban utang jangka panjang perusahaan tetap menjadi tantangan utama.
- Utang jangka panjang KRAS masih berada pada level yang tinggi, mengingat perusahaan masih menanggung beban pinjaman untuk proyek-proyek ekspansi dan modernisasi pabrik.
- Rasio hutang terhadap ekuitas diperkirakan belum kembali ke ambang yang dianggap aman oleh analis.
- Kondisi pasar baja global yang masih volatil dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengurangi beban utang.
Berikut rangkuman perkiraan keuangan KRAS untuk tahun 2025:
| Item | Perkiraan 2025 |
|---|---|
| Laba Bersih | Rp5,68 Triliun (USD 339,64 juta) |
| Utang Jangka Panjang | Masih Tinggi (angka spesifik belum diumumkan) |
Jika perusahaan berhasil meningkatkan profitabilitas sambil mengelola beban utang secara efektif, KRAS dapat memperkuat posisi keuangannya di industri baja domestik. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada stabilitas harga baja, kebijakan pemerintah terkait industri berat, dan kemampuan KRAS dalam mengeksekusi program restrukturisasi utang.











