Keuangan.id – 21 Mei 2026 | Drama Korea "Perfect Crown" yang tayang di Disney+ Hotstar dengan judul awal "21st Century Grand Prince’s Wife" (21세기 대군부인) telah menjadi salah satu proyek MBC yang paling sukses di tahun 2026. Namun, setelah episode terakhirnya resmi ditayangkan, kontroversi seputar drama ini terus membesar.
Sejarawan dan publik figur Korea Selatan melayangkan kritik tajam terhadap drama yang dibintangi IU dan Byeon Wooseok ini. Mereka menilai bahwa drama tersebut melakukan distorsi sejarah yang cukup serius. Salah satu adegan yang paling disorot adalah penobatan Pangeran Agung Ian (atau ditulis juga sebagai Lee Ahn) menjadi raja yang diperankan oleh Byeon Wooseok.
Publik Korea menilai kostum kerajaan dan upacara sakral dalam adegan tersebut menyerupai simbol negara bawahan kekaisaran China, bukan monarki Korea yang merdeka. Hal ini memicu kritik karena dianggap menyinggung kedaulatan sejarah Korea.
Setelah adegan itu viral, netizen juga menyoroti beberapa hal lain, antara lain kesuksesan awal Perfect Crown di Disney + Hotstar. Drama ini tayang di Disney+ Hotstar dengan judul awal "21st Century Grand Prince’s Wife" (21세기 대군부인). Drama ini tamat pada 16 Mei dengan rating episode akhir mencapai 13,8%, angka yang tinggi untuk drama fiksi modern di era streaming.
Kesuksesan global ditandai dengan Perfect Crown berhasil masuk Top 10 acara TV terpopuler di 47 negara melalui Disney+ Hotstar sejak penayangan perdananya pada 10 April 2026.
Kontroversi ini mengubah respons publik terhadap drama tersebut. Alih-alih membahas kesuksesan rating, diskusi online justru berfokus pada dugaan distorsi sejarah dan sensitivitas budaya.
Situasi ini bahkan membuat IU dan Byeon Wooseok menyampaikan permintaan maaf resmi melalui media sosial masing-masing.
Dalam beberapa hari terakhir, kontroversi seputar Perfect Crown terus membesar. Namun, penting untuk diingat bahwa kesuksesan drama ini tidak dapat dipungkiri. Dengan rating episode akhir yang mencapai 13,8%, Perfect Crown telah membuktikan bahwa drama Korea masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan penonton.
Oleh karena itu, penting untuk melihat kontroversi ini sebagai kesempatan untuk memahami sejarah Korea dengan lebih baik dan menghargai budaya yang kaya dan kompleks. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa Perfect Crown bukan hanya sebuah drama, tetapi juga merupakan refleksi dari sejarah dan budaya Korea.









