Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Di tengah konflik yang terjadi di Sudan, nama Al Fateh Abdullah Idris, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Lulu, kembali mencuat ke permukaan. Ia merupakan seorang pemimpin paramiliter Sudan yang telah dibebaskan dari penjara dan kembali ke medan pertempuran, meskipun masih menghadapi tuduhan kejahatan perang.
Menurut sumber, keputusan ini dibuat untuk meningkatkan semangat pasukan di Kordofan. Namun, hal ini menuai kontroversi dan mengundang kemarahan dari komunitas internasional, terutama setelah video eksekusi warga sipil tak bersenjata di al-Fashir muncul ke publik.
Sementara itu, di dunia sepak bola, Al Fateh juga menjadi sorotan. Dalam liga Saudi Pro, Al Fateh kalah 1-0 dari Damac, sehingga membuat posisi mereka semakin terjepit dalam perjuangan untuk menghindari degradasi.
Di sisi lain, pertarungan untuk gelar juara liga semakin sengit. Al Hilal berhasil mengalahkan NEOM Sports Club dengan skor 2-0 dan masih memiliki peluang untuk merebut gelar juara dari tangan Al Nassr.
Pertarungan individu untuk gelar pencetak gol terbanyak juga semakin seru. Julian Quinones dari Al Qadsiah berhasil mencetak gol ke-30nya di musim ini, sehingga menjadi pemain kedua yang mencapai angka tersebut di musim ini, setelah Ivan Toney.
Konflik dan Sepak Bola: Dua Wajah Al Fateh
Konflik di Sudan dan pertarungan di liga Saudi Pro merupakan dua wajah yang berbeda dari Al Fateh. Sementara konflik di Sudan masih berlanjut dan menimbulkan banyak korban, pertarungan di liga Saudi Pro menawarkan keseruan dan dramatisasi yang tinggi.
Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang sama: perjuangan untuk mencapai tujuan. Baik itu di medan pertempuran atau di lapangan sepak bola, perjuangan untuk mencapai kemenangan dan kejayaan selalu menjadi tujuan utama.
Oleh karena itu, kita harus terus mengikuti perkembangan terbaru dari kedua wajah Al Fateh ini, baik itu di Sudan maupun di liga Saudi Pro.









