Kolaborasi BSI dan Antam Dorong Pengembangan Layanan Produk Emas

Kolaborasi BSI dan Antam Dorong Pengembangan Layanan Produk Emas
Kolaborasi BSI dan Antam Dorong Pengembangan Layanan Produk Emas

Keuangan.id – 14 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pembentukan ekosistem emas terintegrasi berbasis digital. Kedua BUMN bersepakat mengembangkan layanan produk emas mulai dari perdagangan emas fisik Logam Mulia melalui platform digital, penguatan jaringan ritel, hingga program pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas bagi masyarakat.

  • Sinergi mencakup seluruh rantai nilai emas, dari produksi Antam, distribusi lewat BSI, hingga layanan bullion dan cicilan emas secara digital.
  • BSI memperoleh izin sebagai bullion bank, memungkinkan nasabah memiliki emas Antam secara langsung melalui aplikasi perbankan.
  • Kolaborasi diharapkan memperluas akses investasi emas yang lebih aman, modern, dan terjangkau.

Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa MoU ini menjadi titik akselerasi bagi bisnis emas BSI pasca perizinan bullion bank. Ia menekankan bahwa mayoritas emas yang didistribusikan BSI berasal dari produksi Antam, sehingga sinergi ini memperkuat ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah.

Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menambahkan bahwa kerja sama ini akan menstabilkan rantai pasok emas nasional serta membuka peluang investasi emas yang lebih luas bagi masyarakat.

Data kinerja menunjukkan bahwa pada tahun 2025 BSI menyerap lebih dari 60 % penjualan emas Antam untuk pihak berelasi, dan sekitar 11 % dari total penjualan emas Antam. Nasabah layanan bullion BSI hampir mencapai satu juta orang dengan pertumbuhan tahunan 658 %, sementara nasabah cicilan emas mencapai lebih dari 565 ribuan dengan kenaikan 54,67 % tahun‑ke‑tahun per Maret 2026.

Antam mencatat produksi emas sebesar 743 kg dan volume penjualan lebih dari 37 ton pada tahun 2025, mencerminkan tingginya permintaan domestik serta peran strategis perusahaan dalam memenuhi kebutuhan emas nasional.

Catatan tambahan: BSI berkomitmen menyalurkan likuiditas tambahan dari pemerintah ke pembiayaan produktif, bukan ke Surat Berharga Negara, serta Antam meluncurkan roadmap bullion baru sebagai bagian dari era investasi emas modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *