Keuangan.id – 28 April 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa Kinerja Lingkungan Jababeka mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024. Penggunaan energi, konsumsi air, serta emisi gas rumah kaca meningkat tajam, menandakan bahwa ekspansi operasional belum diimbangi dengan upaya efisiensi.
Statistik Kinerja 2024
| Indikator | 2023 | 2024 | Δ (%) |
|---|---|---|---|
| Energi (MWh) | 1,200,000 | 1,560,000 | +30% |
| Air (m³) | 3,500,000 | 4,550,000 | +30% |
| Emisi CO₂ (ton) | 9,800 | 12,740 | +30% |
Peningkatan serentak di ketiga indikator tersebut mencerminkan pola pertumbuhan yang masih berfokus pada volume produksi tanpa pengoptimalan sumber daya. Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain:
- Penambahan lini produksi baru yang belum dilengkapi teknologi hemat energi.
- Keterbatasan investasi pada sistem daur ulang air.
- Kurangnya kebijakan internal untuk mengurangi intensitas karbon.
Implikasi dari tren ini tidak hanya berpotensi menurunkan nilai reputasi Jababeka di mata investor, tetapi juga meningkatkan tekanan regulasi terkait standar lingkungan. Perusahaan perlu segera merumuskan rencana aksi yang mencakup audit energi, peningkatan fasilitas pengolahan air, serta target penurunan emisi yang terukur.
Jika langkah-langkah perbaikan tidak diimplementasikan secara cepat, risiko biaya tambahan akibat denda lingkungan serta kehilangan kepercayaan pemangku kepentingan dapat menghambat pertumbuhan jangka panjang.











