Keuangan.id – 04 April 2026 | Bandung Barat – Pada Jumat, 3 April 2026, kereta api Ciremai yang melintasi jalur Maswati‑Sasaksaat di kawasan Kampung Cihanjuang, Desa Mandalasari, terjebak di zona longsor yang menutup rel. Meskipun kereta tidak mengalami kerusakan serius, seluruh 162 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim SAR KAI dan petugas pemadam kebakaran setempat.
Rincian Kejadian
Pukul 06.45 WIB, kereta Ciremai yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Cirebon terhenti setelah mendeteksi material longsor yang menumpuk di area rekahan tebing sekitar 1,2 km dari Stasiun Cikajang. Pengemudi segera menurunkan kecepatan dan menghentikan kereta untuk menghindari benturan.
Setelah kereta berhenti, petugas KAI Daop 2 Bandung bersama tim SAR Dinsos dan relawan lokal melakukan evakuasi penumpang secara bertahap. Penumpang dipindahkan ke kereta gantung darurat serta kendaraan bus yang telah disediakan. Semua penumpang, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, dinyatakan selamat tanpa luka serius.
Respon dan Penanganan
Manajer Humas Daerah Operasi (Humasda) KAI Daop 2, Kuswardojo, menyatakan bahwa jalur tersebut telah dibersihkan sebagian sejak Rabu, 1 April, namun material longsor masih tertahan di area rekahan tebing. Ia menegaskan bahwa pengerukan lanjutan sedang dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Warga setempat, Endang Utom (60) mengonfirmasi bahwa sisa material masih menumpuk dan berpotensi memicu longsor kembali bila tidak segera diangkat. “Jika material itu tidak dikeruk, risiko longsor berulang sangat tinggi,” ujar Endang.
Pihak berwenang juga menutup akses jalan di sekitar area bahaya dan mengerahkan tim geoteknik untuk memantau stabilitas tebing. Seluruh rel dijaga 24 jam oleh tim pemeliharaan, dan prosedur pengamanan ekstra diterapkan sebelum kereta dapat melintas kembali dengan kecepatan normal.
Dampak Operasional
- Jalur Maswati‑Sasaksaat kembali beroperasi secara terbatas sejak Kamis, 2 April 2026, pukul 03.20 WIB, dengan batas kecepatan 30 km/jam.
- Jadwal kereta Ciremai mengalami penyesuaian, dengan penambahan waktu tempuh sekitar 15 menit pada rute Bandung‑Cirebon.
- Pembayaran kompensasi bagi penumpang yang mengalami keterlambatan akan diproses sesuai kebijakan KAI.
Upaya Pencegahan Kedepannya
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKP) menegaskan bahwa evaluasi geologi akan dilakukan secara menyeluruh pada seluruh jalur rawan longsor di Jawa Barat. Rencana penanaman kembali vegetasi pada lereng serta pemasangan sistem peringatan dini (early warning system) menjadi prioritas utama.
Selain itu, KAI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat untuk memperkuat prosedur evakuasi cepat bila terjadi bahaya serupa. Latihan simulasi penanggulangan bencana kereta api dijadwalkan akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2026.
Dengan semua upaya tersebut, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan jaringan transportasi kereta api tetap menjadi pilihan aman bagi masyarakat Jawa Barat.
Keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa pada insiden kereta Ciremai ini menunjukkan kesiapan operasional KAI dalam menghadapi bencana alam, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara otoritas transportasi, tim penyelamat, dan masyarakat setempat.









