Keuangan.id – 21 April 2026 | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) baru‑baru ini menegaskan bahwa semua drone yang diproduksi untuk aplikasi pertanian wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus drone. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk dalam negeri, sekaligus membuka akses ke e‑Katalog pemerintah serta pasar internasional.
Latar Belakang Kebijakan
Seiring pertumbuhan penggunaan drone di sektor pertanian untuk pemetaan, penyemprotan, dan pemantauan tanaman, pemerintah menilai perlunya regulasi yang mengatur standar teknis dan keselamatan. SNI Drone pertanian menjadi satu-satunya acuan resmi yang mengatur spesifikasi, performa, serta prosedur pengujian.
Manfaat Sertifikasi SNI Drone
- Meningkatkan kepercayaan pembeli domestik dan asing.
- Memungkinkan produk masuk e‑Katalog, platform pengadaan barang pemerintah.
- Memperluas peluang ekspor ke pasar global yang menuntut standar internasional.
- Memberikan keunggulan kompetitif bagi produsen lokal.
Prosedur Pengajuan Sertifikasi
| Langkah | Deskripsi |
|---|---|
| 1. Persiapan Dokumen | Mengumpulkan data teknis, manual operasi, dan hasil uji laboratorium. |
| 2. Pengajuan ke LSP | Mengirimkan dokumen ke Lembaga Sertifikasi Produk (LSP) yang terakreditasi. |
| 3. Audit dan Uji Produk | LSP melakukan audit produksi dan pengujian lapangan sesuai SNI Drone. |
| 4. Issuance Sertifikat | Jika lolos, produsen menerima sertifikat SNI yang dapat dicantumkan pada label produk. |
| 5. Registrasi e‑Katalog | Produk bersertifikat dapat diajukan ke e‑Katalog untuk diproses lebih lanjut. |
Dampak terhadap Industri
Dengan wajibnya SNI Drone, diperkirakan volume penjualan drone pertanian dalam negeri akan meningkat sekitar 15% pada dua tahun ke depan. Produsen yang sudah bersertifikasi diprediksi akan memperoleh kontrak dengan lembaga pemerintah dan perusahaan agribisnis besar, sementara produsen yang belum memenuhi standar dapat mengalami penurunan pangsa pasar.
Kemenperin menegaskan bahwa implementasi kebijakan ini akan diawasi secara ketat, dan dukungan teknis serta pelatihan akan disediakan bagi pelaku industri yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem drone pertanian regional.











