Keuangan.id – 19 April 2026 | Persela Lamongan menunjukkan dominasinya pada laga lanjutan Championship 2025/2026 dengan mengalahkan Persipal Palu 7-1 di Stadion Surajaya, Lamongan. Pertandingan yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-59 klub ini menjadi sorotan utama bagi suporter dan pengamat sepakbola Indonesia.
Kemenangan Telak di Surajaya
Sejak peluit pertama, Persela mengendalikan tempo permainan. Gol pembuka datang dari Titan Agung Bagus Fawwaz pada menit 12, diikuti cepat oleh Risqki Putra Utomo yang mencetak tiga gol beruntun sebelum istirahat. Pada babak kedua, Risqki kembali menambah tiga gol tambahan, menjadikannya pencetak gol terbanyak dengan empat gol dalam satu pertandingan. Gol terakhir dicetak oleh Hendro Siswanto, menutup skor akhir 7-1.
Ulang Tahun ke-59 Persela Lamongan
Pelatih kepala Persela, Bima Sakti, menyatakan kemenangan tersebut sebagai “kado ulang tahun ke-59” bagi klub dan seluruh suporter, LA Mania serta Curva Boys. “Alhamdulillah, kami bisa memberikan hadiah istimewa pada hari yang bersejarah ini,” ujar Bima Sakti dalam konferensi pers pasca laga.
Strategi Bima Sakti dan Penampilan Risqki Utomo
Bima Sakti menekankan pentingnya rotasi pemain sekaligus memberi kesempatan kepada talenta muda. Ia memanfaatkan kecepatan sayap kanan dan ketajaman Risqki di dalam kotak penalti. Risqki sendiri mengaku bangga dapat mencetak empat gol, menambah kepercayaan diri menjelang sisa kompetisi.
- Risqki Putra Utomo – 4 gol
- Titan Agung Bagus Fawwaz – 1 gol
- Hendro Siswanto – 1 gol
- Muhammad Affani Ubaidillah – 1 gol
Kegagalan Persipal Palu dan Upaya Degradasi
Di sisi lain, Persipal Palu berada dalam zona degradasi. Pelatih Andhika Pratomo mengakui bahwa timnya harus memprioritaskan jam terbang bagi pemain muda meski hasilnya menyakitkan. Gol tunggal Persipal dicetak oleh Riku Ichimura pada menit ke-30, namun usaha tersebut tak cukup untuk menghalau serangan beruntun Persela.
Andhika menegaskan fokus klub kini adalah persiapan akhir musim, bukan semata‑mata menghindari degradasi. “Kami sudah mempersiapkan pemain untuk bermain lebih banyak, meski skor akhir tidak sesuai harapan,” ujarnya.
Kericuhan Suporter dan Dampaknya pada Liga 2
Meski Persela menikmati kemenangan besar, klub kembali menghadapi masalah di luar lapangan. Pada pertandingan melawan Persijap Jepara di Tuban Sport Center, laga harus dihentikan pada menit ke‑78 akibat kericuhan suporter. Aksi menyalakan suar, masuk ke area lapangan, dan merusak fasilitas stadium memaksa wasit menghentikan pertandingan.
Media Officer Persela, Abdul Wakhid, menyampaikan bahwa pertandingan akan dilanjutkan keesokan harinya di Stadion Delta Sidoarjo. Insiden ini menambah beban psikologis bagi tim, yang harus tetap fokus pada target poin demi mengamankan posisi di Liga 2.
Secara keseluruhan, Persela Lamongan kini berada pada posisi yang menguntungkan dalam klasemen, berkat kemenangan telak dan dukungan suporter yang tetap setia. Namun, tantangan disiplin dan keamanan stadion tetap menjadi isu yang perlu diatasi agar klub dapat melanjutkan musim tanpa gangguan.
Dengan kombinasi strategi pelatih, performa pemain kunci, dan dukungan komunitas, Persela Lamongan berharap dapat menutup musim dengan hasil yang memuaskan, sekaligus menjaga reputasi klub di mata publik.
