Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Bandung Zoo kembali berada di ambang krisis pakan satwa setelah penurunan pasokan makanan akibat dampak iklim ekstrem dan berakhirnya kontrak titipan.
Situasi Kekurangan Pakan
Selama beberapa bulan terakhir, kebun binatang mengalami penurunan drastis dalam ketersediaan pakan, terutama untuk spesies endemik dan dilindungi. Penyebab utama adalah kombinasi antara penurunan produksi pakan lokal, gangguan distribusi, serta fenomena El Nino 2026 yang memperparah kondisi kekeringan di wilayah Jawa Barat.
Langkah Translasi oleh BBKSDA
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kesiapan melakukan translokasi satwa secara bertahap ke lembaga konservasi terdekat. Kepala Bidang Teknis BBKSDA, Andri Hansen Siregar, menegaskan bahwa proses ini bertujuan memastikan keselamatan dan kesejahteraan satwa yang terancam.
- Satwa dilindungi akan dipindahkan ke lembaga konservasi khusus yang memiliki kompetensi penanganan spesifik.
- Satwa titipan dengan masa kerja berakhir pada 2024 akan segera dikembalikan ke institusi asal.
- Translokasi mendapat persetujuan Kementerian Kehutanan dan sedang menunggu arahan teknis lapangan.
Dampak El Nino 2026 Terhadap Kebun Binatang
Menurut proyeksi BMKG, El Nino 2026 akan menghasilkan defisit curah hujan yang signifikan di Jawa Barat, meningkatkan risiko kebakaran dan mengurangi ketersediaan air. Kondisi ini memperburuk krisis pakan satwa, karena banyak tumbuhan penyedia makanan alami mengalami stress.
Para pakar konservasi menilai bahwa penurunan produktivitas vegetasi akan memaksa satwa terestrial mencari sumber makanan di luar area kebun binatang, meningkatkan potensi konflik manusia‑satwa.
Strategi Mitigasi yang Diterapkan
Pemerintah daerah bersama BBKSDA merancang serangkaian langkah mitigasi, antara lain:
- Pembangunan embung air buatan di zona penyangga kebun binatang untuk menyediakan sumber air alternatif.
- Penambahan stok pakan komersial yang tahan kekeringan, termasuk pakan berbasis jagung dan sorghum.
- Kolaborasi dengan peternak lokal untuk suplai pakan segar secara berkelanjutan.
- Peningkatan patroli kebakaran dan sistem pemantauan titik api menggunakan teknologi satelit.
- Edukasi masyarakat sekitar agar tidak memberi makan satwa liar dan mengamankan sampah serta hasil panen.
Respons Pemerintah dan Masyarakat
Wali Kota Bandung menyatakan komitmen untuk mencari pengelola baru bagi kebun binatang serta menyiapkan investasi hingga Rp50 miliar untuk memperbaiki infrastruktur.
Sementara itu, relawan lingkungan dan komunitas peternak turut berperan aktif dalam menyediakan pakan darurat serta mengawasi kondisi satwa di lapangan.
Dengan kombinasi translokasi, penambahan pasokan pakan, dan strategi mitigasi iklim, diharapkan kebun binatang dapat melewati masa krisis pakan satwa dan tetap melestarikan keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.











