Keuangan.id – 16 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (dikenal dengan merek SURGE) dan Huawei Technologies Co., Ltd. Penandatanganan yang berlangsung pada hari ini menandai langkah strategis dalam penerapan teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) pada jaringan perkeretaapian nasional.
Kerjasama ini mencakup beberapa bidang utama, antara lain:
- Peningkatan jaringan komunikasi 5G di stasiun, jalur, dan pusat kontrol.
- Integrasi AI untuk pemantauan kondisi aset, prediksi kegagalan, dan optimasi jadwal operasional.
- Penerapan solusi IoT untuk menghubungkan perangkat sensor di seluruh infrastruktur kereta api.
- Pengembangan platform data terpusat yang dapat mendukung analisis real‑time dan pengambilan keputusan berbasis data.
Huawei akan menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak 5G, serta platform AI yang telah terbukti di berbagai sektor transportasi. SURGE akan berperan sebagai integrator sistem digital, menghubungkan solusi Huawei dengan kebutuhan operasional KAI. Sementara KAI akan menyumbangkan data operasional dan infrastruktur fisik sebagai basis implementasi.
Target jangka pendek mencakup pilot project di beberapa jalur utama seperti Jakarta‑Bandung dan Surabaya‑Malang, dengan rencana ekspansi ke seluruh jaringan kereta api Indonesia dalam lima tahun ke depan. Diharapkan, penerapan teknologi ini dapat menurunkan tingkat kegagalan peralatan hingga 30%, meningkatkan ketepatan waktu kereta hingga 15%, serta mempercepat respons darurat melalui monitoring berbasis AI.
Pihak KAI menegaskan bahwa digitalisasi ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan transportasi masa depan yang lebih aman, cepat, dan ramah lingkungan. Sementara Huawei menambahkan komitmennya untuk mendukung program ‘Made in Indonesia’ dengan transfer pengetahuan dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal.
Implementasi teknologi 5G dan AI di sektor perkeretaapian diharapkan menjadi contoh bagi industri lain dalam memanfaatkan inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan kepada publik.











