Keuangan.id – 15 April 2026 | Juventus kembali menjadi sorotan pasar transfer musim panas setelah pelatihnya, Luciano Spalletti, mengumumkan niat memperkuat skuad dengan tiga pemain veteran. Langkah ini tak hanya dianggap sebagai strategi memperkuat lini, melainkan juga sebagai sinyal kepercayaan manajemen kepada Spalletti yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak. Target utama klub biru-putih meliputi bek tengah asal Korea Selatan, Kim Min‑jae, serta dua pemain berpengalaman lainnya yang diyakini dapat menambah kedalaman tim.
Kim Min‑jae: Rekonsiliasi dengan Mantan Anak Asuh
Kim Min‑jae menjadi sorotan utama dalam rencana transfer Juventus. Bek berusia 30 tahun ini pernah menjadi andalan Spalletti saat mengelola Napoli, membantu klub meraih gelar Serie A 2022‑2023. Setelah kepindahan ke Bayern München dengan nilai klausul rilis lebih dari €50 juta, Kim belum berhasil mengamankan posisi starter, bersaing dengan Jonathan Tah dan Dayot Upamecano di lini belakang Die Roten.
Spalletti menilai bahwa pengalaman Kim di Serie A dan kedekatan emosional mereka dapat menjadi aset penting bagi Juventus. “Kim memahami filosofi pertahanan saya, dan saya yakin dia dapat memberikan dampak instan di Turin,” ungkap Spalletti dalam sebuah konferensi pers.
Menurut laporan, Bayern mengharapkan harga transfer sekitar €40 juta, sementara gaji tahunan Kim saat ini mencapai €16 juta kotor. Juventus diperkirakan harus menegosiasikan potongan gaji untuk menyesuaikan dengan kebijakan keuangan klub.
Juan Cuadrado: Sayap Veteran yang Masih Bersinar
Juan Cuadrado, pemain sayap berusia 35 tahun, juga masuk dalam daftar incaran Juventus. Cuadrado pernah menunjukkan performa impresif bersama Juventus pada era sebelumnya, memberikan kontribusi penting dalam serangan dan fase transisi. Meskipun usianya tidak lagi muda, kecepatan, kreativitas, dan kemampuan dribelnya tetap relevan untuk memberi warna pada lini serang Spalletti.
Cuadrado saat ini berada di klub asalnya, Fiorentina, dengan kontrak yang akan habis pada akhir musim ini. Juventus diperkirakan dapat memperoleh pemain ini secara gratis atau dengan biaya transfer minimal, asalkan dapat menawarkan kontrak jangka pendek yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Álvaro Morata: Penyerang Pengalaman untuk Memperkuat Garis Depan
Penyerang Spanyol, Álvaro Morata, menjadi target ketiga Juventus. Morata memiliki rekam jejak yang kuat di Serie A, pernah bermain untuk Juventus pada dua periode berbeda dan mencetak gol penting di kompetisi domestik maupun Eropa. Keberadaannya diharapkan dapat menambah opsi bagi Spalletti dalam menata formasi serangan, terutama bila Juventus ingin kembali bersaing di Liga Champions.
Morata saat ini berada di klub asalnya, Atletico Madrid, dengan kontrak yang masih berlangsung hingga 2027. Namun, laporan internal mengindikasikan keinginan pemain tersebut untuk kembali ke Italia, terutama karena ikatan emosional kuat dengan Juventus. Jika kesepakatan tercapai, Juventus diperkirakan akan menyiapkan paket gaji yang kompetitif, mengingat Morata masih berada pada puncak performa meski usianya 31 tahun.
Strategi Spalletti dan Implikasi Finansial
Pengambilan tiga veteran sekaligus tidak lepas dari pertimbangan strategis Spalletti. Dengan menambah pengalaman di lini belakang, sayap, dan depan, ia berharap dapat menstabilkan performa tim sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemain muda yang belum sepenuhnya matang. Selain itu, kehadiran tiga pemain berpengalaman dipandang sebagai hadiah simbolis atas perpanjangan kontrak Spalletti, menegaskan kepercayaan manajemen kepada visi pelatih.
Dari sisi keuangan, Juventus harus menyeimbangkan beban gaji baru dengan kebijakan Financial Fair Play (FFP). Pengurangan gaji Kim Min‑jae serta negosiasi kontrak singkat untuk Cuadrado dan Morata menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan neraca klub.
Pasar transfer musim panas 2026 diprediksi akan menjadi ajang kompetisi sengit, terutama di antara klub-klub Serie A yang berambisi kembali ke puncak kompetisi Eropa. Keberhasilan Juventus dalam mengamankan ketiga veteran ini akan menjadi indikator kuat apakah Spalletti dapat menyiapkan skuad yang kompetitif dalam waktu singkat.
Jika semua target terwujud, Juventus tidak hanya akan menambah kualitas teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat juara yang telah lama hilang sejak era akhir Liga Champions. Namun, tantangan negosiasi, biaya transfer, dan penyesuaian gaji tetap menjadi faktor penentu utama yang harus dihadapi manajemen dan pelatih.
Dengan kontrak baru Spalletti kini mengikat, harapan besar menanti Bianconeri. Tiga veteran tersebut diharapkan menjadi batu loncatan bagi Juventus untuk kembali bersaing di papan atas Serie A dan kembali menapaki panggung Liga Champions.











