Keuangan.id – 24 April 2026 | Setelah melewati krisis paspor yang sempat menjerat kariernya di Belanda, bek Timnas Indonesia Justin Hubner kembali bersinar di Eredivisie. Kontroversi yang melibatkan NAC Breda kini berubah menjadi sorotan baru ketika Hubner melontarkan sindiran tajam kepada manajemen klub tersebut, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pemain kunci Fortuna Sittard.
Kebangkitan di Fortuna Sittard
Pada musim panas 2025, Hubner ditransfer dari Wolverhampton U-21 ke Fortuna Sittard dengan kontrak tiga tahun hingga Juni 2028. Sejak kedatangannya, ia langsung menancapkan diri sebagai pilar pertahanan. Dalam tiga pekan pertama Eredivisie 2025/2026, Hubner tampil penuh pada dua laga pertama, meski sempat menjadi cadangan pada empat pertandingan berikutnya. Pada pekan ke‑8 hingga 18, ia perlahan mendapatkan kepercayaan pelatih Danny Buijs, hingga akhirnya menjadi starter tetap pada pekan ke‑18 hingga 25.
Statistik resmi mencatat 21 penampilan, 11 kali menjadi starter, dua gol, dan satu assist. Rating rata‑rata per laga mencapai 6,84 menurut Fotmob, meski ia telah menerima tujuh kartu kuning dan satu kartu merah. Performanya yang konsisten menjadikannya incaran klub-klub besar di Eropa.
Polemik Paspor dan Sindir NAC Breda
Masalah paspor muncul ketika NAC Breda mengajukan aduan pada Maret 2026 terkait status non‑EU pemain Dean James. Karena Hubner telah dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia, ia harus melepaskan paspor Belanda dan keluar dari kuota EU. NAC Breda menuduh klub Fortuna Sittard tidak mematuhi regulasi, sehingga Hubner sempat diparkir dari latihan dan laga resmi, termasuk kekalahan 0‑2 melawan AZ Alkmaar.
Dalam wawancara eksklusif dengan ESPN Nederland pada 12 April 2026, Hubner mengungkapkan kekecewaannya. “Tidak menyenangkan ketika tidak diizinkan bermain karena masalah paspor. Manajemen NAC seharusnya tidak mencampuri urusan kewarganegaraan kami. Jika kalian kalah telak, tidak ada hak untuk mengangkat isu paspor,” ujarnya dengan nada tegas.
Insiden di Lapangan dan Sikap Sportif
Selain masalah administratif, Hubner juga terlibat insiden fisik yang menjadi perbincangan. Pada pekan ke‑30, saat Fortuna Sittard menjamu NAC Breda di Stadion Fortuna, Hubner melakukan duel keras yang mengakibatkan pemain senior NAC, Lewis Holtby, mengalami cedera parah. Meskipun insiden tersebut tidak disengaja, Hubner segera mengirimkan permintaan maaf melalui Instagram pribadi.
Holtby menanggapi dengan sportivitas, menuliskan, “Jangan khawatir, hal seperti itu memang bisa terjadi. Saya menghargai permintaan maafmu.” Permintaan maaf tersebut menunjukkan sikap dewasa Hubner, yang tidak hanya berjuang di lapangan tetapi juga menjaga hubungan baik dengan lawan.
Pengaruh Terhadap Timnas Indonesia
Penampilan gemilang Hubner di Belanda memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia. Keberhasilan pemain muda ini menjadi bukti bahwa naturalisasi dan proses administrasi dapat diselesaikan tanpa mengorbankan performa di level klub. Pelatih Timnas pun menilai bahwa pengalaman kompetitif di Eredivisie meningkatkan kualitas pertahanan Garuda.
Dengan usia 22 tahun, Hubner berada pada puncak kebugaran dan motivasi. Ia menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang bercita‑cita bermain di liga top Eropa.
Ke depan, Hubner menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi Fortuna Sittard dan Timnas Indonesia, sambil menantang klub‑klub besar yang mengincarnya. Sementara itu, NAC Breda harus menimbang kembali strategi mereka, mengingat sindiran tajam Hubner yang menyingkap ketegangan di luar lapangan.
Dengan bebas masalah paspor dan tetap konsisten di lapangan, Justin Hubner menegaskan dirinya sebagai salah satu bek paling menjanjikan dari Asia di kancah sepak bola Eropa.
