Keuangan.id – 04 Mei 2026 | JMA Syariah, manajer investasi syariah terkemuka, melaporkan peningkatan hasil investasi sebesar 29,5% pada kuartal terakhir.
Lonjakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi, termasuk pergerakan bunga acuan Bank Indonesia, tren Surat Berharga Negara (SBN), tingkat inflasi yang moderat, serta dinamika nilai tukar rupiah.
Faktor-faktor utama yang mendorong peningkatan
- Bunga acuan yang stabil memberikan ruang bagi alokasi pada obligasi berbunga tetap.
- Permintaan tinggi terhadap SBN meningkatkan likuiditas dan imbal hasil.
- Inflasi yang terkendali menjaga daya beli investor.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah dikelola melalui instrumen lindung nilai.
- Ketegangan geopolitik seperti konflik Iran‑AS menambah permintaan safe‑haven.
- Perlambatan ekonomi global menurunkan volatilitas saham, sehingga alokasi ke obligasi menjadi lebih menarik.
Strategi penopang hasil investasi
JMA Syariah menerapkan pendekatan terdiversifikasi dengan menekankan pada instrumen yang sesuai prinsip syariah.
| Instrumen | Bobot Portofolio | Alasan |
|---|---|---|
| Obligasi Pemerintah | 45% | Stabilitas dan kepatuhan syariah |
| SBN | 30% | Likuiditas tinggi dan imbal hasil kompetitif |
| Instrumen Pasar Uang | 15% | Manajemen likuiditas harian |
| Reksa Dana Saham Syariah | 10% | Diversifikasi risiko pasar ekuitas |
Selain alokasi aset, JMA Syariah juga mengimplementasikan mekanisme hedging untuk melindungi nilai tukar dan melakukan review portofolio secara berkala guna menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar.
Dengan strategi ini, JMA Syariah berharap dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan hasil investasi pada periode mendatang, sambil tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah.
