Keuangan.id – 10 April 2026 | Johor Darul Ta’zim (JDT) kembali menjadi sorotan utama dunia sepakbola dan motorsport Asia usai serangkaian peristiwa penting yang menandai fase krusial musim 2025/26. Dari keputusan tak menurunkan Arif Aiman dalam Liga Juara-juara Asia Elit (ACLE) hingga penampilan kuat pelumba Hafizh Syahrin di Sepang, serta langkah mantap JDT menuju final Piala Malaysia, semua mengukir narasi kompetitif yang menegangkan.
Kondisi Arif Aiman dan Keputusan Tak Main di ACLE
Pada 17 April mendatang, JDT akan berhadapan dengan tim-tim elit Asia di Jeddah, Arab Saudi, dalam fase semifinal ACLE. Namun, pelatih kepala Xisco Muñoz memutuskan untuk tidak memasukkan sayap muda berbakat, Arif Aiman Hanafi, ke dalam skuad. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi medis menunjukkan bahwa Arif masih dalam proses pemulihan cedera hamstring yang diderita sejak November 2025. Meski sudah memulai latihan ringan, Muñoz menegaskan pentingnya memastikan kebugaran 100 persen sebelum kembali beraksi, guna menghindari risiko cedera berulang.
Arif, yang telah meraih gelar MVP empat musim berturut‑turut, telah bekerja keras selama lima bulan terakhir. Namun, proses penyembuhan otot memerlukan waktu yang tepat dan tidak dapat dipercepat. “Kami tidak bisa mengorbankan kesehatan pemain demi hasil sesaat,” ujar Muñoz. Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa JDT menempatkan prioritas jangka panjang di atas ambisi instan di panggung ACLE.
Kelebihan ‘Home Race’ bagi Hafizh Syahrin di Sepang
Sementara sepakbola menyiapkan strategi, JDT Racing Team mengandalkan pengalaman pelumba Hafizh Syahrin Abdullah pada pembukaan Kejuaraan Motosikal Asia (ARRC) di Litar Antarabangsa Sepang. Mengusung konsep “home race”, Hafizh menekankan pemahaman mendalamnya terhadap setiap selekoh lintasan, yang diyakini memberi keunggulan kompetitif.
Hafizh, yang kini berada di tahun kedua bersama tim, menyatakan bahwa pendekatan lebih tenang dan penggunaan peralatan lama selama fase pra‑musim membantu meningkatkan konsistensi. “Kami memakai setup lama tanpa crew chief, menambah jumlah lap untuk mengasah stamina dan konsistensi,” jelasnya. Kelebihan psikologis dari dukungan penonton lokal juga diprediksi menambah semangat kompetitif pada hari perlombaan.
JDT Lanjut ke Final Piala Malaysia dengan Dominasi Besar
Di arena sepakbola domestik, JDT menegaskan dominasinya dengan kemenangan 4‑1 atas Kuala Lumpur City (KLFC) di Stadium Sultan Ibrahim, mempertegas slot final Piala Malaysia. Gol-gol tercipta melalui kontribusi Bergson Da Silva, Syahmi Safari, dan Ajdin Mujagic. Kemenangan ini menambah catatan impresif JDT yang telah mengamankan Liga Super, Piala Sumbangsih, dan Piala FA pada musim 2025/26.
Jika berhasil melengkapi misi quadruple, pelatih Xisco Muñoz akan menjadi pelatih ketiga dalam sejarah klub yang menorehkan empat trofi sekaligus, menyusul Esteban Solari (2023) dan Hector Bidoglio (2024). Muñoz menekankan bahwa lawan tidak menjadi faktor utama; persiapan matang dan mental juara menjadi kunci utama.
Dampak pada Liga Super: Fokus KL City dan Persaingan di Puncak
Sementara JDT mengincar trofi, KL City FC beralih fokus pada perburuan gelar naib juara Liga Super setelah kekalahan telak 1‑8 melawan JDT di Piala Malaysia. Pelatih Risto Vidaković menilai bahwa meski tersingkir dari kompetisi piala, tim masih memiliki peluang besar untuk meraih posisi kedua di liga, mengingat selisih poin yang tipis dengan Kuching City dan Selangor FC.
Vidaković mengakui adanya tantangan terkait kelelahan pemain dan rotasi skuad, namun menegaskan komitmen tim untuk bangkit di laga berikutnya melawan Kelantan The Real Warriors. Persaingan ketat di puncak klasemen menambah bumbu kompetitif bagi JDT, yang sekaligus harus menjaga performa di semua kompetisi.
Strategi Pelatih Xisco Muñoz dalam Mengelola Squad Multi‑Kompetisi
Muñoz kini dihadapkan pada tantangan mengelola skuad yang berkompetisi di liga domestik, ACLE, serta kejuaraan motorsport yang dikelola klub. Keputusan menahan Arif Aiman menandakan pendekatan konservatif terhadap kesehatan pemain, sementara rotasi pemain utama tetap dipertahankan untuk menjaga konsistensi di liga.
Selain itu, kolaborasi dengan tim racing menunjukkan sinergi lintas disiplin yang dapat memperkuat brand JDT secara keseluruhan. Pemanfaatan keunggulan “home race” di Sepang menjadi contoh strategi memaksimalkan potensi lokal untuk meraih prestasi internasional.
Secara keseluruhan, JDT berada pada posisi yang menguntungkan namun menuntut manajemen yang cermat. Keputusan tak menurunkan Arif Aiman, penekanan pada kebugaran pemain, serta pemanfaatan keunggulan lokal dalam motorsport mencerminkan visi klub yang berorientasi pada keberlanjutan prestasi.
Dengan target quadruple di depan mata, JDT harus terus menyeimbangkan ambisi dan kesehatan pemain, sambil menanggapi dinamika kompetitif di liga domestik. Jika berhasil, sejarah klub akan menambah satu bab lagi yang penuh kebanggaan bagi para pendukung dan pemilik klub.











