Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Jamkrindo, perusahaan asuransi penjaminan kredit milik pemerintah, mencatat total volume penjaminan mencapai Rp 247,57 triliun hingga akhir tahun 2025. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan memperkuat peran lembaga dalam menyediakan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Latar Belakang dan Target Penjaminan
Sejak 2015, Jamkrindo telah menyalurkan jaminan kredit senilai Rp 1.200 triliun untuk UMKM. Target 2025 diarahkan untuk menambah volume penjaminan menjadi Rp 247,57 triliun, sejalan dengan kebijakan pemerintah memperluas inklusi keuangan.
Data Penjaminan per Tahun (dalam Triliun Rupiah)
| Tahun | Volume Penjaminan |
|---|---|
| 2021 | 45,30 |
| 2022 | 52,10 |
| 2023 | 58,75 |
| 2024 | 65,12 |
| 2025 | 66,30 |
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan yang stabil, dengan rata-rata kenaikan sekitar 5% per tahun. Peningkatan ini didorong oleh kemudahan proses aplikasi jaminan, kolaborasi dengan bank-bank komersial, dan dukungan regulasi yang mempermudah penyediaan kredit kepada UMKM.
Dampak terhadap UMKM dan Ekonomi Nasional
- Memperluas akses pembiayaan bagi lebih dari 3 juta UMKM di seluruh Indonesia.
- Meningkatkan kemampuan usaha kecil untuk berinvestasi dalam teknologi dan peningkatan produktivitas.
- Berperan dalam penciptaan lapangan kerja, dengan perkiraan penyerapan tambahan 1,2 juta tenaga kerja hingga 2025.
- Mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor UMKM sebesar 0,8% per tahun.
Dengan volume penjaminan yang terus bertambah, Jamkrindo diharapkan dapat menjadi katalisator utama dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM, sekaligus menurunkan tingkat kegagalan kredit dan meningkatkan stabilitas sistem keuangan nasional.
Ke depan, strategi Jamkrindo mencakup digitalisasi proses penjaminan, peningkatan sinergi dengan fintech, serta penyediaan produk jaminan yang lebih fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan sektor usaha yang beragam.









