Keuangan.id – 03 April 2026 | Jamkrida Sumbar, lembaga penjaminan kredit di Sumatera Barat, menegaskan bahwa bisnis penjaminan tetap menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2024, meskipun target pertumbuhan tetap ambisius.
Fokus utama lembaga ini adalah meningkatkan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta mempercepat transformasi digital untuk memperbaiki proses aplikasi, evaluasi, dan pencairan dana.
- Target penjaminan KUR tahun ini meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Implementasi platform digital baru diharapkan menurunkan waktu penilaian risiko dari rata‑rata 7 hari menjadi 3 hari.
- Penguatan jaringan mitra perbankan meliputi lima bank daerah dan tiga koperasi simpan pinjam.
Beberapa kendala yang diidentifikasi meliputi inflasi yang masih tinggi, biaya modal yang naik, serta ketidakpastian kebijakan fiskal. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan UMKM dalam mengakses kredit dan meningkatkan beban risiko bagi penjamin.
Untuk mengantisipasi, Jamkrida Sumbar meningkatkan kapasitas tim analis, memperluas basis data nasabah, serta mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk menilai kelayakan kredit secara lebih akurat.
Selain itu, lembaga ini berupaya memperkuat edukasi keuangan bagi pelaku usaha kecil, dengan program pelatihan daring yang mencakup manajemen keuangan, perencanaan usaha, dan pemahaman produk KUR.
Dengan kombinasi strategi penjaminan yang agresif dan digitalisasi, Jamkrida Sumbar berharap dapat tetap mendukung pertumbuhan ekonomi regional meski berada dalam lingkungan yang penuh tantangan.
