Keuangan.id – 17 April 2026 | PT Jamkrida Sumbar mengungkap sejumlah tantangan yang diproyeksikan dapat memengaruhi laju pertumbuhan asetnya pada tahun 2024. Meskipun lembaga keuangan mikro ini mencatat peningkatan portofolio kredit selama beberapa tahun terakhir, manajemen menilai beberapa faktor eksternal dan internal harus dipantau secara ketat.
Faktor Eksternal
- Perekonomian daerah yang melambat—Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat diperkirakan hanya mencapai 3,2% pada kuartal pertama, di bawah target nasional.
- Fluktuasi harga komoditas—Harga kopi dan kelapa sawit, dua komoditas utama di wilayah ini, mengalami volatilitas tinggi yang dapat menurunkan daya beli nasabah.
- Kebijakan moneter—Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat meningkatkan biaya dana bagi Jamkrida, mengurangi margin keuntungan.
Faktor Internal
- Kualitas kredit—Tingkat kredit macet (NPL) masih berada di kisaran 4,8%, mendekati batas atas yang ditetapkan regulator.
- Infrastruktur teknologi—Sistem informasi yang masih berbasis manual menghambat kecepatan proses pemberian kredit dan monitoring.
- Sumber daya manusia—Kekurangan tenaga ahli di bidang analisis risiko mengurangi kemampuan lembaga dalam menilai kelayakan peminjam.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, manajemen Jamkrida Sumbar merencanakan beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat digitalisasi layanan, meningkatkan pelatihan staf, serta melakukan diversifikasi produk kredit yang lebih adaptif terhadap sektor pertanian dan UMKM. Dengan implementasi kebijakan tersebut, diharapkan pertumbuhan aset dapat kembali berada pada jalur positif meskipun menghadapi tekanan ekonomi yang beragam.











