Keuangan.id – 02 April 2026 | Jamkrida Kaltim, lembaga penjaminan kredit daerah, mengungkapkan proyeksi bisnis penjaminan untuk tahun berjalan masih menghadapi sejumlah tantangan signifikan.
Tantangan utama berasal dari potensi penurunan belanja daerah yang dapat mengurangi aliran dana ke sektor usaha, serta persaingan yang semakin keras dari lembaga penjaminan lain.
Direktur Jamkrida Kaltim, nama tidak disebutkan, menyatakan bahwa fokus akan dialihkan ke produk multiguna dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya menjaga volume penjaminan.
Data internal menunjukkan bahwa pada kuartal terakhir penjaminan multiguna mencatat pertumbuhan signifikan, sementara KUR mengalami peningkatan yang stabil.
Strategi yang akan diterapkan meliputi:
- Memperluas jaringan kemitraan dengan bank daerah.
- Meningkatkan kualitas penilaian risiko melalui teknologi digital.
- Memberikan edukasi kepada calon penerima manfaat tentang manfaat penjaminan.
- Menyesuaikan tarif jaminan agar tetap kompetitif.
Selain itu, Jamkrida Kaltim berencana mengoptimalkan penggunaan dana internal untuk menutupi kekosongan anggaran daerah.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan bisnis penjaminan dapat tetap berkelanjutan meski berada dalam kondisi yang menantang.