Keuangan.id – 19 April 2026 | Jairo da Silva kembali pulih setelah mengalami gegar otak pada pertandingan kuarter final AFC Champions League Elite melawan Al‑Ahli di Jeddah. Pemain asal Brasil ini sempat terkapar tak sadarkan diri setelah terkena tendangan berbahaya dari bek Al‑Ahli, Ali Majrashi, namun kini telah keluar dari rumah sakit dengan kondisi stabil dan semangat tinggi untuk kembali ke lapangan.
Cedera yang Menimpa Jairo da Silva
Pada pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Stadium, JDT unggul lewat gol Jairo da Silva pada menit ke‑19 setelah umpan rendahnya memantul ke gawang lewat Majrashi. Sayangnya, hanya 18 menit kemudian, Majrashi melakukan tendangan tinggi yang melanggar aturan, menghantam wajah Jairo dan menyebabkan pingsan. Ia langsung dibawa ke King Abdullah Medical Complex untuk pemeriksaan X‑ray dan CT‑scan, serta dijahit luka dalam di bibirnya.
Setelah menjalani perawatan, Jairo memberi pernyataan melalui video bersama dokter bedahnya, mengungkapkan rasa lega karena kini ia dapat merasakan kembali bagian bawah wajahnya. “Saya merasa luar biasa, sebelumnya saya tidak bisa merasakan bagian bawah wajah. Sekarang saya baik-baik saja,” ujarnya.
Reaksi Tim dan Sportmanship
Insiden ini memicu aksi cepat dari kapten JDT, Natxo Insa, yang berusaha menarik perhatian paramedis dengan menendang kursi dan membantu menggerakkan tandu bersama fisioterapis. Tindakan tersebut membuatnya mendapat kartu kuning, namun menuai pujian karena urgensinya. JDT kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada tim medis Al‑Ahli atas keributan tersebut.
Ali Majrashi, pemain yang menyebabkan cedera, menunjukkan sportmanship tinggi dengan mengunjungi Jairo di hotelnya di Jeddah untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Klub Al‑Ahli pun menyatakan dukungan mereka untuk pemulihan Jairo dan menegaskan nilai persahabatan antar pemain.
Dampak pada JDT dan Jadwal Selanjutnya
Kehilangan striker andalan Jairo menambah tantangan bagi JDT dalam melanjutkan kompetisi. Tim kini harus mengandalkan pemain lain untuk mengisi kekosongan di lini serang, sementara pelatih Luis Garcia menekankan pentingnya konsistensi dan kedewasaan dalam mengelola momen krusial.
- Statistik Jairo musim ini: 17 gol dan 14 assist dalam 39 pertandingan di semua kompetisi.
- JDT telah mengamankan FA Cup, Charity Shield, dan Super League musim ini.
- Jadwal penting berikutnya: final Piala Malaysia melawan Kuching City (23 Mei) dan semifinal Shoppee ASEAN Club Championships melawan Buriram United (6 & 13 Mei).
Pelatih Xisco Munoz menilai bahwa meskipun JDT kalah 1‑2, semangat juang tetap terjaga. “Jika kami dapat mempertahankan keunggulan hingga jeda, hasilnya bisa berbeda,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim harus lebih matang dalam mengendalikan momen penting, terutama sebelum babak pertama berakhir.
Setelah pemulihan, Jairo diharapkan dapat kembali berkontribusi dalam laga domestik, termasuk pertandingan melawan Melaka pada 28 April. Dukungan fans dan rekan setim terus mengalir, menandakan bahwa JDT tetap optimis menatap gelar-gelar yang tersisa di musim ini.
Kesimpulannya, insiden cedera Jairo da Silva menjadi momen penting yang menguji ketangguhan JDT, namun juga menegaskan nilai sportmanship yang tinggi di antara klub-klub Asia. Dengan pemulihan pemain kunci yang hampir selesai, harapan JDT untuk menutup musim dengan piala-piala bergengsi semakin kuat.











