Keuangan.id – 07 April 2026 | Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem emas nasional sebagai upaya strategis untuk meningkatkan ketahanan sektor eksternal negara. Emas dipandang sebagai aset cadangan yang stabil, mampu melindungi nilai devisa dan mendukung stabilitas ekonomi dalam menghadapi volatilitas pasar global.
Langkah-langkah utama pemerintah
- Mengoptimalkan produksi tambang dalam negeri melalui perizinan yang lebih cepat dan insentif fiskal bagi penambang lokal.
- Pengembangan kapasitas pengolahan dan pemurnian emas di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri.
- Peningkatan cadangan emas resmi melalui akuisisi dan penambahan pada cadangan devisa Bank Indonesia.
- Memfasilitasi pembentukan lembaga keuangan khusus yang mengelola investasi emas bagi institusi dan perorangan.
- Penguatan regulasi anti‑pencucian uang (AML) dan kepatuhan terhadap standar internasional dalam perdagangan emas.
Manfaat bagi ketahanan eksternal
Dengan ekosistem yang lebih terintegrasi, emas dapat berperan sebagai penyangga nilai ketika nilai tukar rupiah mengalami tekanan. Cadangan emas yang cukup juga meningkatkan kepercayaan investor asing, memperkuat rating sovereign, dan menurunkan biaya pinjaman luar negeri.
Selain itu, pengembangan industri hilir emas menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekspor, serta mendorong inovasi teknologi dalam bidang pertambangan dan logam mulia.
Target jangka menengah
Pemerintah menargetkan peningkatan produksi emas domestik sebesar 20 % dalam lima tahun ke depan, sekaligus menambah cadangan emas resmi sebesar 2.000 ton. Upaya ini diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan, memperkuat posisi Indonesia dalam pasar logam global, dan memberikan stabilitas jangka panjang bagi perekonomian.











