Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Ramadan 1447 H (2026) telah memasuki hari ke-23, dan umat Islam di Sulawesi serta Jawa Timur tengah menantikan panggilan azan untuk menandai awal dan akhir puasa. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam terus memperbaharui jadwal imsakiyah dan azan secara daring, memastikan setiap daerah memperoleh waktu yang tepat sesuai perhitungan astronomi.
Azan Subuh di Bulukumba, 14 Maret 2026
Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, jadwal imsak dan azan subuh untuk hari Sabtu, 14 Maret 2026 (24 Ramadan 1447 H) telah dipublikasikan. Meskipun angka pastinya tidak tercantum dalam rangkuman, Kemenag menegaskan bahwa waktu imsak dimulai beberapa menit sebelum terbit fajar, sementara azan Subuh menandai dimulainya hari baru. Umat yang berniat berpuasa diharapkan menahan diri mulai dari waktu imsak hingga azan Subuh, sesuai dengan makna kata “imsak” yang berarti menahan.
Azan Maghrib dan Waktu Buka Puasa di Makassar, 13 Maret 2026
Di ibu kota provinsi, Makassar, azan Maghrib menandai waktu berbuka puasa pada hari Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H). Menurut data resmi Kemenag, waktu Maghrib tercatat pukul 18.19 WITA. Setelah azan, umat dianjurkan mengucapkan doa berbuka yang berisi pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT. Doa tersebut berbunyi: “Allahumma laka shumtu …” yang menegaskan hubungan antara ibadah puasa, kepercayaan, dan rezeki.
Waktu Maghrib di Surabaya, 13 Maret 2026
Di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, azan Maghrib untuk hari yang sama terdengar pada pukul 17.47 WIB. Jadwal lengkapnya meliputi:
- Imsak: 04.09 WIB
- Subuh: 04.19 WIB
- Terbit: 05.31 WIB
- Duha: 05.58 WIB
- Zuhur: 11.42 WIB
- Asar: 14.49 WIB
- Maghrib (Buka Puasa): 17.47 WIB
- Isya: 18.56 WIB
Waktu Maghrib menjadi penanda resmi bagi umat untuk menghentikan puasa, memulai dengan kurma atau makanan manis, lalu melanjutkan dengan shalat Maghrib. Kemenag menekankan pentingnya menyesuaikan jadwal dengan zona waktu setempat agar tidak terjadi kekeliruan.
Makna Spiritual di Balik Azan dan Jadwal Imsakiyah
Azan tidak sekadar sinyal waktu, melainkan panggilan spiritual yang mengingatkan umat akan kehadiran Allah dalam setiap detik. Azan Subuh menandai dimulainya hari, mengajak umat untuk memulai ibadah dengan niat yang kuat. Sebaliknya, azan Maghrib menandai penghentian puasa, memberi kesempatan bagi tubuh dan jiwa untuk beristirahat dan bersyukur.
Para ulama menegaskan bahwa niat puasa harus diucapkan pada malam sebelum Subuh, sementara doa berbuka sebaiknya dibacakan setelah Maghrib, meskipun beberapa tradisi memperbolehkan doa sebelum berbuka. Praktik ini mencerminkan fleksibilitas dalam fiqh asalkan tidak menyimpang dari prinsip utama.
Dengan adanya jadwal yang terpusat dan dapat diakses secara online, umat di seluruh Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tepat waktu, mengurangi risiko keliru dalam menahan atau membuka puasa. Pemerintah daerah setempat, media, dan lembaga keagamaan terus berkoordinasi untuk menyebarluaskan informasi ini, memastikan Ramadan 2026 berjalan lancar dan penuh keimanan.
Memperhatikan perbedaan zona waktu antara WITA (Makassar) dan WIB (Surabaya) menjadi kunci utama bagi masyarakat yang berpindah daerah. Penggunaan aplikasi resmi Kemenag, kalender digital, atau radio lokal dapat membantu setiap individu menyesuaikan diri dengan jadwal azan setempat, sehingga puasa tetap sah dan khusyuk.
Secara keseluruhan, jadwal azan hari ini menegaskan komitmen umat Islam untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan agama, sekaligus menampilkan sinergi antara teknologi modern dan tradisi keagamaan.











