Keuangan.id – 26 April 2026 | Houston, 26 April 2026 – Pada laga ketiga babak pertama putaran playoff NBA melawan Los Angeles Lakers, Jabari Smith Jr. menampilkan aksi gemilang dengan mencetak 24 poin dan mengumpulkan enam rebound. Meskipun performa pribadi yang mengesankan, Houston Rockets tetap harus menelan kekalahan menyakitkan 112-108, menempatkan tim dalam posisi terdesak 0-3 melawan sang juara.
Statistik Individu dan Peran Utama
Smith Jr., pemain depan muda berusia 21 tahun, menunjukkan keberanian dalam menghadapi pertahanan keras Lakers. Ia mencetak 24 poin, dengan tembakan 9 dari 18, termasuk tiga tembakan tiga angka yang membantu membuka ruang bagi rekan setim. Selain mencetak poin, ia berkontribusi pada enam rebound, dua assist, serta satu blok. Penampilannya menjadi sorotan utama di antara empat pemain Rockets yang mencetak double‑digit, bersama Alperen Şengün (33 poin, 16 rebound), Amen Thompson (26 poin, 11 rebound), dan Reed Sheppard (17 poin, tujuh assist).
Kekosongan Kevin Durant dan Dampaknya
Keberadaan Jabari Smith Jr. semakin terasa penting setelah veteran bintang tim, Kevin Durant, masih terhambat cedera pergelangan kaki. Pelatih kepala Ime Udoka melaporkan bahwa Durant menerima perawatan intensif, termasuk sesi treadmill bawah air, namun belum dapat kembali ke lapangan. Tanpa kehadiran Durant, Rockets terpaksa mengandalkan kontribusi lebih besar dari pemain muda, terutama Smith Jr., Şengün, dan Thompson. Pada Game 2, Durant hanya tampil singkat, membuat Rockets kehilangan satu sumber poin utama.
Kesalahan Fatal dan Kritik Pelatih
Game 3 menjadi contoh nyata dari “horrendous mistakes” yang dikeluhkan banyak analis. Pada detik-detik akhir, Rockets mengalamai serangkaian turnover dan pilihan tembakan yang buruk, memungkinkan Lakers mencetak 12 poin dalam 30 detik terakhir. Pelatih Ime Udoka tidak menahan diri untuk mengkritik keras para pemain, menyebut mereka “belum dewasa” dan menuntut pertumbuhan mental. Dalam konferensi pers, Udoka menekankan bahwa tim harus “grow up” dan menghindari kesalahan serupa jika ingin bertahan.
Strategi dan Tantangan Menuju Game 4
Meskipun kekalahan, ada beberapa aspek positif yang dapat dibangun. Rockets menunjukkan pergerakan bola yang lebih baik dibandingkan Game 1, dengan 21 assist dan peningkatan shooting 41% dari total tembakan. Namun, tembakan tiga angka masih lemah, hanya 28% dibandingkan 41% Lakers. Untuk Game 4 yang dijadwalkan pada 26 April pukul 21.30 ET, Rockets harus memperbaiki eksekusi di perimeter dan meningkatkan pertahanan pada pick‑and‑roll.
Penambahan peran Jabari Smith Jr. di lini depan menjadi kunci. Ia perlu terus memanfaatkan keunggulan fisiknya untuk mengalahkan pemain interior Lakers serta memperluas jangkauan tembakan luar. Jika Durant dapat kembali, kombinasi Smith Jr. dengan Durant akan menambah dimensi serangan yang lebih variatif.
Prediksi dan Harapan
Analisis menunjukkan bahwa tim yang memimpin 6 poin atau lebih di 30 detik terakhir dalam playoff memiliki peluang menang 99,9%. Dengan skor yang ketat pada akhir Game 3, Rockets masih memiliki peluang, namun tekanan mental akan menjadi faktor penentu. Jika Smith Jr. dapat menambah minimal lima poin lagi dan mengurangi turnover, Rockets memiliki peluang untuk memaksa pertandingan menjadi lebih ketat.
Ke depannya, para pendukung Rockets berharap pelatih Udoka dapat menyalurkan semangat kompetitif kepada pemain muda, sekaligus menemukan cara mengoptimalkan peran pemain inti dalam kondisi tanpa Durant. Jabari Smith Jr. telah membuktikan dirinya sebagai talenta yang dapat diandalkan, dan penampilannya di Game 3 mungkin menjadi titik tolak bagi pertumbuhan kariernya di level tertinggi NBA.











