Keuangan.id – 23 April 2026 | Jakarta – Mantan gelandang Timnas Indonesia Ivar Jenner kembali memperkuat skuad Dewa United setelah menjalani pemulihan dari tugas internasional. Kepulangan pemain berusia 27 tahun ini disambut hangat oleh suporter, namun tidak lepas dari sorotan kritis pelatih kepala yang menilai masih banyak ruang perbaikan bagi sang bintang tengah lapangan.
Kembalinya Ivar Jenner ke Dewa United
Setelah menyelesaikan panggilan ke Timnas Indonesia dalam rangka persiapan kualifikasi Asian Cup, Jenner menandatangani kontrak perpanjangan selama tiga tahun bersama Dewa United. Ia menyatakan rasa terima kasih kepada manajemen klub yang tetap percaya pada potensinya meski sempat terganggu oleh cedera otot pada awal musim lalu. “Saya ingin memberikan kontribusi terbaik untuk klub, khususnya membantu tim bersaing di Super League,” ujar Jenner dalam konferensi pers di Tangerang.
Catatan kritis pelatih kepala
Pelatih kepala Dewa United, yang dikenal dengan gaya disiplin tinggi, tidak menutup diri mengkritik penampilan Jenner selama beberapa laga terakhir. Menurutnya, perbedaan signifikan antara standar kompetisi Liga Belanda—tempat Jenner pernah bermain—dan Super League Indonesia masih menjadi tantangan besar. “Kami menghargai pengalaman internasionalnya, tetapi kecepatan transisi, intensitas pressing, dan adaptasi taktik masih belum optimal,” kata pelatih sambil menekankan pentingnya kerja keras di sesi latihan harian.
Pelatih menambahkan bahwa Jenner harus meningkatkan kontribusi defensif serta kemampuan mengontrol tempo permainan. “Dia harus menjadi penghubung yang stabil antara lini bertahan dan serangan, bukan sekadar pengumpan panjang,” pungkasnya.
Insiden tendangan kungfu di EPA U-20 dan keputusan hukum
Pada pekan lalu, kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 menyaksikan insiden kekerasan yang melibatkan pemain Bhayangkara FC dan Dewa United. Seorang pemain Bhayangkara, Fadly Alberto Hengga, melakukan tendangan yang digambarkan sebagai “kungfu” terhadap lawan, memicu kericuhan di lapangan. Dewa United sempat mengumumkan niat menempuh jalur hukum untuk menuntut tindakan disiplin yang lebih tegas.
Namun, setelah pertemuan mediasi di Dewa United Arena pada 22 April 2026, manajemen klub memutuskan membatalkan rencana tersebut. Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan. “Pihak Bhayangkara datang dengan permintaan maaf, dan kami memaafkan. Tidak ada lagi langkah hukum yang diperlukan,” ujarnya.
Keputusan ini dianggap sebagai upaya menjaga keharmonisan antar klub muda dan menghindari proses litigasi yang panjang. Meski demikian, pelatih kepala tetap menegaskan pentingnya edukasi moral bagi para pemain muda agar kejadian serupa tidak terulang.
Analisis perbedaan Liga Belanda dan Super League Indonesia
Jenner dalam wawancara sebelumnya menyoroti perbedaan taktis antara dua liga. Liga Belanda menekankan permainan posession, pressing tinggi, serta rotasi pemain yang cepat. Sementara Super League Indonesia masih dalam proses modernisasi taktik, dengan fokus pada kecepatan serangan balik dan intensitas fisik.
Para analis sepak bola berpendapat bahwa kehadiran pemain berpengalaman seperti Jenner dapat mempercepat proses pembelajaran taktik modern di Dewa United. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa adaptasi membutuhkan waktu, terutama dalam hal kebugaran dan pemahaman budaya klub.
Harapan ke depan
Dewa United menargetkan finish di papan atas klasemen Super League musim ini. Kombinasi pengalaman internasional Jenner, kepemimpinan pelatih yang tegas, serta penyelesaian damai atas insiden EPA U-20 diharapkan menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat.
Penggemar menantikan penampilan impresif Jenner di laga berikutnya, terutama melawan tim-tim papan atas. Jika catatan kritis pelatih dapat diatasi, Dewa United berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat perebutan gelar pada akhir musim.











