Keuangan.id – 29 April 2026 | CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa grupnya telah menyalurkan total investasi sebesar USD 26 miliar atau setara dengan Rp450 triliun untuk serangkaian proyek hilirisasi di dalam negeri.
Investasi hilirisasi tersebut diarahkan pada pengembangan nilai tambah produk mentah, mencakup sektor energi, kimia, logam, dan manufaktur berteknologi tinggi. Berikut ini beberapa bidang utama yang menjadi fokus Danantara:
- Pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair dan bahan kimia industri.
- Pengembangan pabrik pengolahan nikel dan alumunium untuk mendukung industri otomotif dan elektronik.
- Pembangunan fasilitas petrokimia yang menghasilkan plastik dan bahan sintetis untuk pasar domestik.
- Investasi dalam energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa.
Proyek-proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai global.
Rosan menekankan bahwa komitmen jangka panjang Danantara dalam hilirisasi akan mempercepat diversifikasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan meningkatkan penerimaan devisa melalui produk bernilai tinggi.
